SP PLN Sambut Positif Laporan Keuangan PLN 2019

IH
Oleh Indra Hendriana
Kamis 21 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Laporan Keuangan PT PLN (Persero) 2019 audited yang tersemat di website www.pln.co.id, berhasil membukukan pendapatan Rp285,64 triliun dan laba bersih Rp4,32 triliun, membuat SP PLN sumringah.

Hal itu sejalan dengan aspirasi SP PLN yang dipublis pada April 2020, bertajuk SP PLN Mendukung Manajemen PLN untuk Mengajak Para Mitra Menyelamatkan Industri Ketenagalistrikan Indonesia. Hal serupa disuarakan seluruh Jajaran Pengurus SP PLN dari Sabang sampai Merauke mulai ditingkat DPP, DPD dan DPC dengan memasang spanduk Renegosiasi Kontrak IPP di seluruh kantor PLN, guna menyelamatkan pasokan tenaga listrik yang berkesinambungan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Direktur Utama PLN pada 22 April 2020, menelorkan delapan kesimpulan. Salah satunya, DPR meminta Dirut PLN mengkaji dan mereview ulang proyek strategis di sektor kelistrikan. Serta, melakukan renegosiasi kontrak pembangkit listrik apabila diperlukan.

Kedua rangkaian kejadian tersebut, menurut Ketua Umum SP PLN, M Abrar Ali, memberikan harapan baru bagi insan PLN khususnya dan masyarakat umumnya akan kesinambungan pasokan tenaga listrik yang selama ini dikelola PLN.

"SP PLN akan terus berjuang untuk mendorong dan mendukung terus segala upaya yang akan dilakukan oleh Direksi PT PLN (Persero) guna melakukan Renegosiasi Kontrak IPP (Independence Power Producer) dalam Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW agar PLN bisa terus menerangi negeri sampai ke seluruh pelosok tanah air," kata Abrar.

"Sebagai organisasi Serikat Pekerja di lingkungan PLN yang memiliki anggota tersebar dari Ibu Kota Negara hingga ke pelosok negeri, maka SP PLN akan memastikan bahwa semua pengurus dan anggota SP PLN akan terus bersinergi dengan Manajemen PLN membangun Hubungan Industrial yang baik dan positif serta dilandasi atas dasar saling mempercayai sehingga perseroan bisa memenuhi target yang ditetapkan pemerintah," imbuhnya.

Abrar menjelaskan, di tengah wabah COVID-19, PLN tetap berkomitmen memberikan Listrik Gratis untuk Tarif/Daya R1/450 VA dan Diskon 50% untuk Tarif/Daya R1/900 VA selama April hingga Juni 2020 (pemakaian listrik Maret hingga Mei 2020), sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Untuk Daya 450 VA Tarif B1 dan I1 akan diperpanjang hingga Oktober 2020.

"Jelas itu perlu dukungan semua pihak baik internal PLN maupun pihak eksternal, seperti legislatif dan eksekutif khususnya terkait dengan pengelolaan anggaran yang ada. Agar likuiditas keuangan PLN tetap terjaga dengan baik, sehingga tidak membebani pembiayaan operasional PLN dalam menjaga pasokan tenaga listrik secara berkesinambungan," terangnya.

Apa yang akan dilakukan SP PLN sebagai wujud nyata dukungannya kepada manajemen PLN? Abrar mengatakan, SP PLN sedang berupaya agar dapat diperkenankan melakukan audiensi dengan pihak Komisi VII DPR, maupun dengan pihak istana.

"Harapannya adalah dengan melakukan audiensi tersebut agar terciptanya pemahaman yang sama semua pihak akan peran penting PLN sebagai asset strategis dalam menjaga pasokan tenaga listrik secara berkesinambungan dengan dukungan semua pihak khususnya pihak legislatif dan eksekutif," pungkasnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA