Ini Sanksi Petasan dan Balon Udara di Ponorogo

IN
Oleh inilahcom
Kamis 21 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Ponorogo - Tangkapan demi tangkapan baik itu petasan atau bahan peledak akhir-akhir ini, menunjukan bentuk keseriusan dari Polres Ponorogo dalam melarang petasan beredar di bumi reyog.

Ya, seperti menjelang lebaran-lebaran sebelumnya, peredaran mercon istilah lain dari petasan sangat masif. Sebab sudah menjadi kebiasaan masyarakat Ponorogo merayakan lebaran Idul Fitri dengan membunyikan mercon.

Padahal jelas, kepolisian melarang adanya kebiasaan itu, karena selain membahayakan diri sendiri dan orang lain.

"Sosialisasi pelarangan membuat atau membunyikan mercon sudah kami lakukan awal bulan puasa lalu. Kami pasang banner larangan di sudut-sudut jalan di Ponorogo kota hingga ke desa-desa," kata Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto, Kamis (21/5/2020).

Maka tidak heran, jika akhir-akhir ini ada warga atau pemuda yang diamankan karena kedapatan membuat atau menyalakan mercon, akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Karena sudah jelas, itu melanggar undang-undang pasal 1 nomor 12 tahun 1851 tentang bahan peledak. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Selain pelarangan mercon, Polres Ponorogo juga melarang masyarakat menerbangkan balon udara. Selain membahayakan keselamatan pesawat terbang, balon udara juga bisa membahayakan orang lain. Jika balon udara itu turun dalam keadaan sumbu yang masih menyala. Api dari sumbu balon itu, kalau tidak ketahui orang, bisa membakar lahan atau rumah. Menerbangkan balon udara secara liar juga melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, dengan ancaman pidana 2 tahun atau denda Rp 500 juta.

"Sekali lagi saya tegaskan, jika tidak ingin berlebaran di tahanan Polres Ponorogo, jangan membunyikan petasan atau menerbangkan balon udara," katanya.

Hal senada diutarakan oleh Bupati Ipong Muchlissoni, ditengah pandemi Covid-19 ini Dia menghimbau masyarakat untuk tidak membuat atau membunyikan petasan dan menerbangkan balon udara. Sebab semua itu sangat membahayakan, buktinya pun juga ada. Yakni kejadian pekan lalu terkait petasan maut yang meledak di Kecamatan Jambon.

"Selain melarang membunyikan petasan dan menerbangkan balon udara. Kami juga melarang acara takbir keliling yang biasa di lakukan di malam takbiran," pungkasnya. [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA