MUI Jatim Persilahkan Gelar Salat Id, Tapi....

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 23 Mei 2020
share
 

INILAHCOM, Surabaya - Hari Raya Idul Fitri 1441 H sudah semakin dekat. Pemprov Jatim telah mengimbau untuk meniadakan salat Id. Lantas bagaimana rekomendasi dari MUI Jatim?

Sekretaris MUI Jatim Ainul Yaqin mengatakan saat ini masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah salat Id diperbolehkan atau tidak. Pada dasarnya MUI Jatim tetap menyerukan kepada umat Islam khususnya di Jatim untuk menyambut Idul Fitri 1441 H.

"Sambutan itu bisa menghidupkan syiar islam, dengan membaca takbir, tahmid dan tahlil serta sedapat mungkin ikut melaksanakan salat Id, mengingat bahwa shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah, merupakan syiar agama, dan hanya dilaksanakan satu tahun sekali," kata Ainul dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2020).

Ainul menjelaskan bahwa saat ini dalam suasana menghadapi musibah COVID-19, pelaksanaan takbir dan Salat Id dapat disesuaikan dengan keadaan.

"Mengacu pada Fatwa MUI Nomer 14 tahun 2020, pada dasarnya kuncinya adalah pada upaya pengendalian guna pencegahan penularan COVID-19. Selama upaya pengendalian dapat dilakukan, yaitu dengan cara menaati protokol pencegahan COVID-19, maka aktivitas di masjid atau musala tidak ada alasan untuk ditiadakan," jelasnya.

Sementara untuk takbir keliling, kata Ainul, masih dimungkinkan untuk dilaksanakan dengan beberapa orang saja dalam satu mobil dengan tetap menjaga physical distancing di dalam mobil serta menggunakan masker.

"Sedangkan takbir di masjid dan musala bisa dilaksanakan oleh beberapa orang saja dengan tetap dijaga adanya kerumunan orang banyak. Selebihnya takbir bisa didengungkan di rumah-rumah," terangnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA