Kendaraan Selain Plat L Dilarang Masuk Surabaya

IN
Oleh inilahcom
Minggu 24 Mei 2020
share
 

INILAH.COM, Surabaya - Semakin siang, petugas gabungan di cek poin Bundaran Waru harus memaksa ratusan pengendara kendaraan bermotor tidak melanjutkan perjalanannya masuk ke Kota Surabaya pada hari pertama lebaran di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar, Minggu (24/5/2020).

Langkah itu harus diambil oleh petugas gabungan dikarenakan ratusan pengendara yang didominasi oleh sepeda motor berplat W itu tidak memiliki tujuan jelas saat diperiksa oleh petugas gabungan.

Dengan pengeras suara, salah satu petugas gabungan meminta agar mereka yang hanya akan bersilaturahmi ke sanak saudara di Surabaya agar putar balik.

"Roda dua plat W putar balik. Tidak ada silaturahmi. Plat L silakan lanjut. Kalau berboncengan tunjukkan identitas," ujar petugas dari BPB-Linmas Kota Surabaya itu.

Dari pantauan yang dilakukanberitajatim.comdi lapangan hingga pukul 09.06 WIB, terlihat ada ribuan kendaraan baik roda 4 maupun 2 berplat W yang mencoba masuk ke Kota Surabaya. Dari jumlah yang ada, hanya sekitar 10-20 persen yang diizinkan melanjutkan perjalanan mereka.

Sebelumnya, kejadian menarik juga terjadi ketika petugas gabungan melakukan pemeriksaan terhadap satu pasang pria-wanita yang berboncengan dengan satu sepeda motor. Kepada petugas, mereka mengaku pasangan suami istri.

"Ini istri saya Pak, baru menikah. Ini tadi habis ke Sidoarjo sebentar lalu mau pulang. Rumah saya di Pucang situ," kata pria yang mengendarai motor berplat L itu.

Hanya saja, ketika diminta menunjukkan KTP, petugas menemukan jika KTP keduanya tidak satu alamat. Sang pria pun bersikeras jika karena baru menikah, KTP keduanya belum sempat diperbarui. "Baru Pak menikahnya, belum sempat (memperbarui)," dalihnya.

Sayangnya, ketika diminta menunjukkan bukti lebih lanjut, keduanya tidak mampu memperlihatkan apa-apa. Tak menunggu lama, petugas pun meminta agar keduanya putar balik dan tidak bisa melanjutkan perjalannya.

"Kalau tidak ada bukti valid pasangan suami-istri dan KTP tidak satu alamat namun berboncengan di satu sepeda motor, maka mohon maaf silakan putar balik," ujar petugas gabungan dari Kepolisian itu. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA