Ada Hanya Manfaatkan Sensasi Tentang PKI

IN
Oleh inilahcom
Kamis 28 Mei 2020
share
Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Dalam beberapa waktu terakhir ramai sebagain orang intens menyoroti soal isu PKI. Pembahasan organisasi yang sudah ditetapkan terlarang di Indonesia justru ramai dibahas pada bulan Mei. Padahal biasanya meningkat saat adanya peringatan gerakan pengkhianatan PKI di akhir bulan September 1965 atau diketahui dengan sebutan G30S/PKI.

Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, menekankan seajtinya setiap orang boleh pro atau anti apa aja. Apabila kontra, maka wajib melayangkan argumen yang mecerdaskan.

"Jika semua itu tak kau pahami (asal suka atau asal ngamuk), apa faedahmu setelah menghabiskan jatah makan & minum di tanah air ini?," tulis
akun Twitter @budimandjatmiko, dikutip Kamis (28/5/2020).

Menurut Budiman, tak soal jika yang anti terhadap PKI atau komunisme selama lewat seminar atau debat, kriitik terhadap Marxisme, Ekonomi Perencanaan vs Ekonomi Pasar, mengritisi Das Kapital, debat Materisliame vs Idealisme atau tentang imperialisme dll.

"Bukan tentang bakar bendera yng mereka cetak sendiri," tulis dia.


Budiman menilai, ada sekelompok orang yang kerap menyinggung isu komunisme, mereka sejatinya bukan anti esensi komunisme (yang tak mereka sadari juga). Namun cuma memanfaatkan sensasi tentang PKI.

"Lantas esensi apa yg mereka pahami? Mbuuh...Mungkin kalau gak bodoh & gak membenci, hidup mereka jd susah," tulis dia.



# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA