RUU Cipta Kerja Dorong Investasi Dalam Negeri

HK
Oleh Happy Karundeng
Kamis 28 Mei 2020
share
 

INILAH.COM, Jakarta - Akademisi sekaligus pakar hukum Teddy Anggoro menyatakan RUU Cipta Lapangan Kerja bukan hanya untuk kepentingan investasi asing. Teddy mengatakan RUU Ciptaker mengakomodir anak bangsa untuk berinvestasi di negerinya sendiri.

"RUU Cipta Kerja ini bukan hanya berbicara tentang investasi asing, bukan hanya berbicara tentang korporitari investment, tapi juga bicara tentang domestic investment," ujar Teddy saat dihubungi.

Teddy mengatakan RUU Cipta Lapangan Kerja yang saat ini tengah dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat memuat aturan yang memudahkan Usaha Mikro Kecil Menengah untuk menjadi badan usaha. Selama ini, UU PT terbilang menyulitkan UMKM untuk berkembang.

Salah satu kemudahan UMKM menjadi badan usaha yanh diatur dalam RUU Cipta Lapangan Kerja adalah tidak diperlukanya notaris. Selain itu, UMKM dapat menjadi badan usaha lewat satu orang.

"Kan selama ini mendirikan PT mesti dua orang. Kita mesti cari orang. Karena bisa jadi yang tau bisnisnya kita. Itu kan udah membantu banget," ujarnya.

Adapun terkait investasi domestik, Teddy mencontohkan ketika anak muda mendirikan start up. Mereka akan dengan mudah membentuk
PT tanpa harus khawatir dan berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

"Saya selalu contohin di beberapa seminar, saya ceramah saya bilang contohnya yang namanya Bill Gates, Steve Jobs, bahkan Mark Zuckerberg itu orang yang memulai bisnisnya dari garasi. Artinya apa? Mereka UMKM dulul. Iya kan? Sekarang jadi orang terkaya di dunia," ujar Teddy.

"Kenapa mereka bisa begitu? Karena hukum di Amerika memmungkinkan untuk mendapatkan kemudahan untuk berusaha. Nah di kita ini tidak ada dan adanya RUU Cipta Kerja itu bagus saya bilang di sisi itu," ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Teddy menilai DPR tetap melanjutkan pembahasan RUU tersebut. Sebab, dia mengatakan klaster ketenagakerjaan yang sempat menjadi polemik sudah ditunda dibahas oleh Presiden Joko Widodo.

"Mereka harus kerja. Mengerjakan semua yang sudah masuk Prolegnas dan juga yang urgent di luar Prolegnas," ujar Teddy. [adc]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA