ICW Soroti Vonis Rendah Eks Caleg PDIP Saeful

IN
Oleh inilahcom
Jumat 29 Mei 2020
share
kader PDI Perjuangan (PDIP) Saeful Bahri - (Foto: Antara)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) tak heran atas vonis yang dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikkor, Jakarta terhadap kader PDI Perjuangan (PDIP) Saeful Bahri terbilang rendah.

Dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (28/5/2020), Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menyatakan bahwa vonis rendah ini tak lepas dari kerja penuntutan KPK yang terlihat menganggap enteng perkara suap penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI terpilih 2019-2024.

"Vonis rendah terhadap Saeful Bahri sebenarnya juga tidak bisa dilepaskan dari kerja penuntutan KPK yang terlihat menanggap enteng perkara ini. Buktinya, terdakwa hanya dituntut 2 tahun 6 bulan penjara," ujar Kurnia.

Dikatakan bahwa ICW, sejak awal memang sudah memprediksi bahwa vonis-vonis dalam perkara korupsi yang juga melibatkan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan mantan calon anggota legislatif PDIP Harun Masiku tersebut akan sangat rendah.

Ia menyinggung kepemimpinan Ketua KPK Firli Bahuri yang dinilai wanprestasi sejak dilantik 20 Desember 2019 lalu.

"Jadi dari perkara ini publik bisa melihat secara jelas bahwa KPK telah melunak dengan para pelaku korupsi. Atau jika menggunakan kosa kata yang sedang populer saat ini bisa dikatakan bahwa KPK telah memasuki era New Normal di bawah kepemimpinan Komjen Firli Bahuri. Publik dipaksa berdamai dengan situasi kepemimpinan KPK yang sebenarnya sangat jauh dari kata ideal," kata Kurnia.

Sebelumnya, Saeful divonis 1 tahun dan 8 bulan penjara ditambah denda Rp150 juta subsider 4 bulan kurungan karena terbukti ikut menyuap anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022 Wahyu Setiawan sebesar Rp600 juta.

Vonis tersebut lebih rendah dibanding tuntutan JPU KPK yang meminta agar Saeful divonis 2,5 tahun penjara ditambah denda sebesar Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA