Nazar Kurang Bayar Uang Pengganti Rp 5 Miliar

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 30 Mei 2020
share
Terpidana kasus suap proyek Sistem Pengendalian Air Minum (SPAM) Mochammad Nazar - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Terpidana kasus suap proyek Sistem Pengendalian Air Minum (SPAM) Mochammad Nazar dilaporkan kurang membayar uang pengganti akibat perbuatannya dalam kasus korupsi.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan bahwa kekurangan bayar tersebut nilainya mencapai 5 miliar lebih sesuai dengan yang didapat Nazar dari proyek tersebut.

"Sisanya sebesar Rp5.358.005.000,00, KPK akan tetap berupaya melakukan penagihan," kata Ali kepada awak media, Jumat (29/5/2020).

Sementara itu, dari hasil penanganan perkara atas Nazar sendiri, KPK telah berhasil beberapa kali menyetor uang asset recovery ke kas negara.

Penyetoran dilakukan sebanyak tiga tahap yakni, pada tanggal 26 November 2019 dilaksanakan penyetoran ke kas negara sebesar Rp300 juta.

Kemudian, pada tanggal 27 Januari 2020 dilaksanakan penyetoran ke kas negara sebesar Rp400 juta dan pada tanggal 18 Mei 2020 dilaksanakan penyetoran ke kas negara sebesar Rp400 juta.

"Total penyetoran ke kas negara hingga saat ini sebesar Rp1,1 miliar." ungkap Ali.

Untuk diketahui, Nazar merupakan Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah divonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada Agustus 2019 lalu.

Dalam amar putusannya, majelis hakim mewajibkan Nazar membayar uang pengganti sebesar Rp 6,45 miliar.

Jumlah uang pengganti tersebut didasarkan pada perhitungan jumlah uang sekitar Rp 9,62 miliar dan 33.000 dollar Amerika Serikat (AS). Kemudian, dikurangi sebesar Rp 711,6 juta dan 33.000 dollar AS sebagaimana disita KPK saat penyidikan.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA