Faisal: Tata Kelola Keuangan COVID-19 Ugal-ugalan

IN
Oleh inilahcom
Selasa 02 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintahan Joko Widodo dinilai tak punya sense of crisis dalam menangani pandemi COVID-19. Anggaran di kementerian dan lembaga negara, masih jumbo saja. Ditsmbah rencana pemberian dana besar untuk BUMN.

Demikian paparan ekonom senior UI, Faisal Basri dalam diskusi virtual yang diinisiasi KahmiPreneur, Jakarta, Senin (1/6/2020). "Tidak ada sense of crisis, sense of urgency. Anggaran untuk proyek dan kementerian, tidak mau dipotong. Sementara penerimaan negara turun. Ya, mau tak mau utang terus. Ini tata kelola yang ugal-ugalan," tegas Faisal.

Selanjutnya dia mempertanyakan anggaran terbesar dalam APBN 2020 di Kementerian Pertahanan yang hanya dipotong Rp9 triliun menjadi Rp122 triliun, anggaran Kementerian PUPR dipotong Rp25 triliun dan masih banyak lainnya. "Yang bikin heran, PSN jalan terus, proyek ibu kota, trans Sumatera dan infrastruktur lainnya. Semua proyek-proyek dari para kroni aman," tuturnya.

Selain itu, Faisal mengkritik duit gede untuk stimulus BUMN di tengah pandemi Covid-19. Disebutkan bahwa anggaran untuk BUMN lebih jumbo ketimbang dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Faisal mensinyalir ada agenda politik di balik penggelontoran stimulus jumbo kepada perusahaan pelat merah ini. "Ini menutupi borok-borok pemerintah lewat BUMN. Karena kalau BUMN gagal bayar, (pemerintah) hancur lebur," ungkapnya.

Selanjutnya, mantan ketua tim reformasi tata kelola migas ini, membuka catatan terkait anggaran BUMN sebesar Rp152,15 triliun. Sebesar Rp25,27 triliun digelontorkan untuk lima BUMN dalam bentuk dana penyertaan modal pemerintah (PMN). Kelimanya adalah PLN, Hutama Karya, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, Permodalan Nasional Madani, dan Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Sisanya yang Rp94 triliun, kata dia, diberikan sebagai pembayaran kompensasi untuk Pertamina, PLN, dan Bulog. Selanjutnya, dana talangan investasi Rp32 triliun diberikan kepada Perum Bulog, Garuda Indonesia, PTPN, PT Kereta Api Indonesia, Krakatau Steel, dan Perum Perumnas dengan besaran yang bervariasi. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA