Bisnis Seret, Bos Apindo Keluhkan Setrum dan BBM

IN
Oleh inilahcom
Selasa 02 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Terkait seretnya perekonomian gegara pandemi COVID-19, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi B Sukamdani menyebut akhir Juni adalah masa rawan. Diprediksi, pengusaha sudah kehabisan modal.

Agar sektor usaha tetap bergairah, kata Hariyadi, pemerintah perlu lakukan sejumlah langkah. Turunkan harga BBM industri, listrik dan gas.

Ya, pernyataan Hariyadi dalam diskusi virtual yang diinisiasi KahmiPreneur di Jakarta, Senin (1/6/2020), ada benarnya. Lantaran, harga minyak dunia saat ini, sudah murah sekali. Terjun bebas hingga di bawah US$20 per barel.

"Tingginya harga BBM di Indonesia sebagai bahan baku utama industri disebutnya menjadikan rendahnya daya saing bagi industri nasional. Keberlangsungan usaha dapat diupayakan, salah satunya dengan menurunkan harga BBM industri sebagai efisiensi produksi," ujar Hariyadi.

Ia pun meminta adanya keringanan dari pemerintah soal tarif listrik yang diantarnya. Penghapusan biaya premium-rekening minimum pemakaian listrik 40 jam menyala, termasuk untuk pelanggan industri premium 235 jam yang menyala selama masa pandemik Covid-19.

Kemudian, penghapusan mekanisme tagihan minimum gas oleh PGN, yang akan sangat meringankan beban biaya industri, mendapatkan flexibilitas untuk membayar energi sesuai dengan konsumsi gas yang mengikuti pemakaian dalam proses manufaktur.

Selanjutnya, penundaan pembayaran 50 persen tagihan PLN hingga Desember 2020 dengan jaminan cicilan berupa giro mundur selama 12 bulan, serta penghapusan denda keterlambatan.

Terkait insentif pajak yang disediakan pemerintah untuk industri yang terdampak COVID-19, dinilainya, tidak banyak menolong. Demikian pula kewajiban pengusaha membayar iuran BPJS dinilai memberatkan untuk saat ini. "Mungkin hanya surat edaran menaker tentang THR dan peraturan OJK tentang relaksasi kredit yang bermanfaat bagi sektor usaha," kata Hariyadi. {ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA