Kuota Khusus PPDB untuk Anak Nakes&Supir Ambulans

IN
Oleh inilahcom
Selasa 02 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) akan segera dibuka pada Juni mendatang. Masih dilanda pandemi, PPDB pun prosesnya dilakukan secara daring. Selain itu, terdapat apresiasi bagi pendaftar yang orang tuanya merupakan tenaga kesehatan dan supir ambulan yang bertugas dalam penanganan Covid-19.

Apresiasi ini berupa kuota khusus bagi pendaftar dengan kriteria orang tua nakes atau supir ambulan. Yakni pemberian kuota satu persen bagi putra-putrinya yang akan menempuh jenjang SMA/SMK. Kuota tersebut masuk dalam jalur perpindahan tugas orangtua sebesar lima persen.

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi menuturkan pemberian kuota khusus ini merupakan bentuk apresisi gubernur Jatim, Khofifah Indar Prawansah kepada tenaga kesehatan yang mendedikasikan diri dalam penanganan Covid-19.

"Tidak semua tenaga kesehatan bisa mendaftar dengan kuota khusus ini. Hanya mereka yang berperan langsung yang disertai SK (surat keterangan) atau surat pernyataan dari direktur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Jatim," tuturnya.

Tak hanya tenaga kesehatan saja, supir ambulance yang turut langsung dalam penanganan Covid-19 juga bisa mendaftar dalam PPDB dengan kuota 1 persen yang disediakan.

"Sama halnya dengan persyaratan untuk anak guru dengan menyertakan SK nya, bagi tenaga kesehatan dan supir ambulance juga menyertakan persyaratan yang sama. Yakni mereka (anak-anaknya) hanya melampirkan SK atau surat pernyataan penugasan penanganan Covid-19 orangtuanya. Tidak ada yg berubah dari sistem kami, hanya penambahan satu persen saja," papar dia.

Sementara itu, ditambahkan Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim, Alfian Majdie kuota sebesar satu persen dirasa sudah sangat cukup bagi nakes dan supir ambulance. Pasalnya, dari hasil analisa yang dilakukan tidak semua anak nakes mendaftar ke SMA/SMK negeri. Hasil tersebut didapat usai melakukan kalkulasi jumah sakit rujukan covid-19 di Jatim yang sebanyak 99 rumah sakit. Sedangkan jumlah nakes yang menangani langsung pasien covid-19 per rumah sakit rata-rata ada sebanyak 10 hingga 40 orang.

"Jika diambil angka maksimalnya dimana per rumah sakit ada sebanyak 40 orang yang terlibat langsung dalam penanganan covid-19, artinya ada sebanyak 3.960 orang tenaga kesehatan yang akan mendapatkan apresiasi ini. Kami perkirakan 80 persennya punya anak yang akan masuk sma. Jadi kuota ini bahkan berlebih. Kalau semuanya 80 persen masuk kita punya cukup kursi untuk menampung," katanya.

Namun, lanjut dia, dengan catatan mereka bisa medaftar di sekolah terdekat dan menyebar. Dan tidak hanya fokus atau tertuju pada satu sekolah saja. "Misalnya dengan adanya kuota ini orangtua hanya tertuju di SMA Kompleks. Katakanlah di SMA 5, sedangkan jumlah pagunya hanya ada 300 siswa dan kursi yang disediakan hanya untuk 3 orang ini kan ndak bisa, jadi menumpuk. Jadi kami meminta agar orangtua juga bijak. Dan tidak memanfaatkan moment ini untuk ke sekolah-sekolah yang dinilai favorit. Lebih baik yang dekat dengan rumah," pungkasnya. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA