Demokrat : Kenapa sekarang hilang?

IN
Oleh inilahcom
Selasa 02 Juni 2020
share
Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik, mangatakan demokrasi memang kerap bising. Tetapi itu isyarat demokrasi sedang bekerja. Untuk apa? Mengawal KPK memberantas korupsi. Mengawal prinsip good governance, transparansi kebijakan dan akuntabilitas demokratik dalam penyelenggaraan negara.

"Argumen-argumen itu kerap disuarakan. Dulu," tulis akun Twitter @RachlanNashidik, dikutip Selasa (2//6/2020).

Menurut dia, hak sipil dan politik masuk dalam rumpun hak-hak negatif. Negatif dalam hal ini bukan buruk, namun ukuran bagi peran negara.

"Hak sipil dan politik tak butuh materi bagi pemenuhannya. Makin sedikit (negatif) negara ikut campur, makin hak-hak itu menemukan musim semi,"lanjutnya.


Rachland menambahkan, hak ekonomi, sosial dan budaya disebut hak positif. Di sini peran negara justru perlu aktif. Kelangkaan sumber-sumber daya salah satu musababnya. Perlu peran negara untuk menyelenggarakan keadilan distributif, memelihara lingkungan alam yang sehat dan memajukan kebudayaan.

"Argumen-argumen demikian belum lama masih sering kita dengar dalam partisipasi aktif warga negara paska reformasi. Kenapa sekarang hilang? Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi mendominasi diskursus publik. Seolah demi itu semua kita perlu merelakan kebebasan sipil dan politik," tulis dia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA