Hari ke-5 Rapid test BIN di Surabaya : 186 Reaktif

IN
Oleh inilahcom
Selasa 02 Juni 2020
share
Satfsus Kepala BIN, Mayjen TNI Dr. Suyanto - (Foto : Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Badan Intelijen Negara (BIN) melanjutkan rangkaian rapid test massal Covid-19 di Surabaya. Rapid Test massal ini merupakan arahan langsung dari Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan.

Rapid Test Massal yang digelar BIN iji sudah memasuki hari ke 5. Acara digelar pada Selasa (2/6/2020) di dua titik di ibu kota Jawa Timur ini. Lokasi pertama yaitu di Taman Mundu, Jalan Tambaksari. Sementara di lokasi kedua di Sisi Barat Masjid Agung Al-Akbar, Jalan Masjid Agung Surabaya.

Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI Dr. Suyanto, S.E., M.SI meninjau lokasi rapid test massal di sisi barat Masjid Agung Al-akbar Surabaya mewakili Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan.

Dalam tinjauannya, Mayjen Suyanto mengungkapkan rangkaian rapid test massal yang digelar BIN ini bertujuan memutus rantai penyebaran Covid-19. Dengan rapid test, diharapkan dapat mempersempit penularan Covid-19 lebih meluas.

"Ini dalam rangka tugas kemanusiaan karena diketahui di Surabaya ini banyak warga masyarakat yang terkena corona, sehingga kita datang kesini memberikan bantuan dengan mengadakan rapid test bekerjasama dengan gugus tugas dan pemerintah kota Surabaya," ucap Mayjen Suyanto, Selasa (2/6/2020).

Suyanto menerangkan rapid test massal ini gratis untuk masyarakat umum. Diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti rapid test ini, agar pemerintah dapat melakukan pelacakan lebih cepat terhadap warga yang positif Covid-19.

"Sasarannya umum, kita ini gratis ya, kita membantu masyarakat sini agar dia mau datang kemari. Ayolah kita kesini datang bersama sama komponen masyarakat yang ada disini kita untuk mau diperiksa, jadi kita tau bisa memetakan agar tidak tertular kemana-mana lagi," jelasnya.

Suyanto yang juga memberikan masker di lokasi untuk warga yang mengikuti rapid test mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Dengan disiplin mengikuti aturan tersebut, upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 bisa cepat terealisasi.

"Gunakan protokol kesehatan, harus memakai masker, harus mencuci tangan, jangan berdekatan, kita harus sosial distancing sesuai yang sudah diarahkan dan disiplin untuk membatasi penyebaran corona kemana-mana," pungkasnya.

Sementara itu, Head of Medical Intelligence, Dr Sri Wulandari, salah satu dokter yang menangani rapid Covid-19 yang digelar BIN di Surabaya mengungkapkan, di hari ke-5 pelaksanaan Rapid Test ini menunjukan angka reaktif Covid-19 mengalami kenaikan dibanding kemarin.

Di lokasi rapid test pertama di Taman Mundu, Jalan Tambaksari, BIN telah melakukan rapid test masal terhadap 699 orang. Dari jumlah itu, 71 orang reaktif.

Sementara itu, di lokasi kedua di sisi barat Masjid Agung Al-akbar, BIN melakukan test Covid-19 terhadap 594 orang. Adapun warga yang reaktif dari total jumlah yang ikut rapid test berjumlah 115 orang.

"Untuk di lokasi pertama yang swab test 81 orang (tambahan 10 orang dari puskesmas) dan lokasi kedua 125 (tambahan 10 orang dari puskesmas dalam kategori PDP)," ucap Dr. Wulan.

Kegiatan rapid test massal ini didukung tenaga medis, analis laboratorium dan tenaga pedukung sebanyak 40 orang dari Jakarta dan dibantu 20 anggota Binda Jatim. Satgas lawan COVID-19 BIN membawa langsung Mobil Laboratorium COVID-19, ambulance dan peralatan pendukung lainnya di kota Surabaya dan sekitarnya. Mobil Laboratorium ini, merupakan 1 (satu) dari 5 (lima) mobil laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) yang bersertifikat internasional pertama di Indonesia.

Dalam rapid test ini, BIN menyiapkan 2.000 - 3.000 alat rapid test beserta 2 mobil lab untuk test PCR atau swab test setiap harinya. Swab Test ini diperuntukan bagi warga yang reaktif rapid test. Mobile Lab dari BIN ini dapat mengambil 300 sampel per harinya. Adapun hasil Swab Test bisa diketahui hanya dalam 2,5 jam.

Sebelumnya, BIN telah menggelar rapid test massal Covid-19 di sejumlah titik di Surabaya. Selain menggelar rapid test, BIN juga memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan untuk ibu kota Jawa Timur ini guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA