Ustad Haikal: Ada yang salah dengan Reformasi 98

IN
Oleh inilahcom
Rabu 03 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tokoh agama Ustad Haikal Hassan Baras, menyampaikan dasar negara adalah Pancasila, pasalnya, pandangan hidup bangsa ini disesuaikan dengan ciri khas bangsa Indonesia dan diambil dari kepribadian tertinggi bangsa.


Namun yang menimbulkan pertanyaan bagi dirinya, adalah setelah memasuki era Reformasi 1998 mengapa ada beberapa kebijakan yang dilakukan, seperti penghapusan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

Adapun PMP merupakan mata pelajaran wajib di era Presiden Soeharto. Saat itu, semua lapisan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi wajib mendapatkan mata pelajaran ini.

Lalu saat rezim Orde Baru runtuh, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) pun dihapus. Lalu ia mempertanyakan adakah keputusan yang salah di tengah reformasi 1998 ?


"PANCASILA dasar negara..Tapi...kok...Pelajaran PMP dihapus? Penataran P4 gak ada lagi? Ada yg salah dg reformasi'98," tulis akun Twitter haikal_hassan, dikutip Rabu (3/6/2020.

Diketahui, krisis finansial Asia atau krisis moneter yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang menyebabkan 4 mahasiswa tertembak mati kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Waktu Presiden Soeharto turun dari jabatannya pada Mei 1998, peristiwa ini menandai awal dari sebuah era baru dalam sejarah Indonesia. Indonesia memulai fase baru yang dikenal sebagai Reformasi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA