Tak Keluar Rel, Pemakzulan Jokowi Hanya Mimpi

IN
Oleh inilahcom
Rabu 03 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Hembusan kabar untuk melengserkan presiden di tengah pandemi Covid-19 sulit diwujudkan alias hanya mimpi. Pasalnya tak bisa dilakukan selama kepala negara tidak keluar rel atau tidak menyimpang seperti diamanatkan oleh Undang-undang 1945.

"Beda mundur dan dilengsekan lantaran seorang presiden dipilih rakyat. Menurut saya semua ada legal coriddor (koridor hukumnya) bahkan hukum sebab akibat. Yang ditakuti people power secara kelembagaan sulit alasannya Legislatif dan eksekutif cukup kuat," kata Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie Rabu (3/6/2020).


Apalagi, lanjut Jerry di parlemen dikuasai partai pendukung Jokowi dalam kondisi saat ini Jokowi sulit dilengserkan. Bahasa dilengserkan pernah terjadi saat Presiden ke-4 Gus Dur memimpin tapi kala itu lengser di tangan MPR. Tapi kali ini beda MPR bukan lagi lembaga yang memberhentikan presiden.

Barangkali jika melanggar konstitusi bisa saja seorang pemimpin dilengserkan Soeharto jatuh lantaran krisis ekonomi dan juga memang di desak mundur oleh mahasiswa dan rakyat Indonesia kala itu.

"Tapi akan sulit Jokowi untuk mengundurkan diri dan itu tak akan terjadi. Bahkan dilengserkan akan sulit terjadi.Memang ada yang mendorong Jokowi mundur. Tapi itu sulit dilakukan. Angin reformasi 98 beda dengan kondisi saat ini.


Menurut Jerry Ada 6 alasan yang menyebabkan Presiden dimakzulkan. Yakni, Pertama, jika Presiden terbukti mengkhianati negara, maka yang bersangkutan bisa dimakzulkan oleh MPR. Kedua Presiden Terlibat Kasus Korupsi atau perbuatan pidana berat lainnya. Ketiga Presiden melakukan perbuatan tercela, Keempat presiden menerima suap atau melakukan penyuapan.

"Kelima tak penuhi syarat Lagi. Kenam lakukan tindak pidana berat. Enam kondisi itu. Pemakzulan terhadap Presiden diatur dalam Pasal 7B UUD 1945.
Dalam pasal itu telah dijelaskan apa saja yang bisa menyebabkan Presiden dimakzulkan oleh MPR," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA