Dugaan Pencucian Uang Heru Hidayat

Uang Korupsi di Jiwasraya Mengalir Sampai Kasino

IN
Oleh inilahcom
Rabu 03 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat juga didakwa melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Diduga TPPU itu hasil korupsi Heru di PT Asuransi Jiwasraya (PT AJS).

Heru Hidayat didakwa telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain yakni melakukan pembelanjaan atau pembayaran diantaranya untuk pembelian tanah dan bangunan, mengakuisisi perseroan, pembelian kendaraan bermotor, pembelian saham dan pembelian valuta asing (valas) serta pembiayaan lainnya.

"Atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) yaitu hasil tindak pidana korupsi dalam pengelolaan investasi saham dan Reksa Dana PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) tahun 2008 sampai dengan tahun 2018 dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul Harta Kekayaan berupa pembelian tanah, bangunan dan penempatan uang yang mengatasnamakan pihak lain yang dilakukan terdakwa Heru Hidayat," kata Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung (Kejagung) membacakan surat dakwaan terdakwa Heru, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Dalam dakwaan jaksa terungkap sejumlah modus TPPU yang diduga dilakukan Heru. Salah satunya dengan menyamarkan asal usul harta kekayaan pada rekening Freddy Gunawan."Melakukan penempatan uang dengan tujuan untuk menyamarkan asal usul harta kekayaan pada rekening Freddy Gunawan," ucap jaksa.

Kemudian, sambung jaksa, Freddy Gunawan menggunakan harta tersebut untuk sejumlah hal. Salah satunya untuk pembayaran judi kasino."Melakukan penempatan uang pada Bank BCA dengan no. rekening giro 3863008979 dengan tujuan pembayaran judi (Kasino)," ungkap jaksa.

Setidaknya ada tiga tempat terkait judi kasiono yang diungkap jaksa dalam surat dakwaan. Adapun TPPU terkait judi kasino itu yakni:

1. Tanggal 24/03/2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands)
sejumlah Rp 912.000.000;

2. Tanggal 18/06/2015 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands)
sejumlah Rp 690.000.000;

3. Tanggal 14/12/2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp 900.000.000;

4. Tanggal 23/12/2015 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp 500.000.000;

5. Tanggal 22/01/2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands) dan
RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp 1.000.000.000;

6. Tanggal 17/03/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp500.000.000;

7. Tanggal 29/04/2016 untuk membayar kasino MBS (Marina Bay Sands)
sejumlah Rp 500.000.000;

8. Tanggal 16/05/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp 500.000.000;

9. Tanggal 07/06/2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand
sejumlah Rp 3.500.000.000;

10. Tanggal 08/06/2016 untuk membayar kasino Sky City di New Zealand
sejumlah Rp 1.500.000.000;

11. Tanggal 09/08/2016 untuk membayar kasino RWS (Resort World Sentosa)
sejumlah Rp 1.470.000.000;

12. Tanggal 06 September 2016 sebesar Rp 2.200.000.000 untuk bayar kasino MGM di Macau;

13. Tanggal 23 November 2016 sebesar Rp 5.000.000.000
dalam 2 (dua) kali transfer @2.500.000.000 untuk keperluan bayar kasino MGM di Macau;

14. Pada tanggal 19 Juli 2013 ke BCA No. Rekening 3863008979, sejumlah
Rp 11.070.000.000,00 untuk membayar
hutang kasino di Macau oleh terdakwa Heru Hidayat;

15. Tanggal 22 Juli 2013 ke BCA No. Rekening 3863008979 sejumlah
Rp10.044.549.000 untuk membayar hutang kasino di Macau oleh terdakwa Heru Hidayat;

Selain itu Freddy Gunawan juga penempatan uang pada Bank BCA dengan no. rekening Giro
0827798979. Dari rekening teraebut kemudian digunakan untuk:

1. Tanggal 09/06/2017 untuk membayar kasino RWS (Resort World
Sentosa) sejumlah Rp 4.870.000.000;

2. Tanggal 13/02/2018 untuk renovasi lantai 4 gedung di Pantai Indah Kapuk
sejumlah Rp 2.500.000.000;

3. Tanggal 09/04/2018 untuk membuat kapal pinisi di Bira Sulawesi Selatan
sejumlah Rp 4.000.000.000;

Terkait TPPU, terdakwa Heru didakwa dengan Pasal 3 ayat (1) huruf c Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Heru juga didakwa dengan Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA