Rapid Test, Warga Surabaya Abai Protokol Kesehatan

IN
Oleh inilahcom
Kamis 04 Juni 2020
share
 

INILAH.COM, Surabaya - Rapid test massal yang digelar oleh Badan Intelejen Negara (BIN) di Terminal Keputih Surabaya diikuti dengan sangat antusias. Saking antusiasnya, warga bahkan berdesakan dan melupakan protokol kesehatan.

Salah satu warga mengaku, Ia terpaksa berdesakan sebab tak ingin antrean tesnya nanti diserobot oleh warga yang lain.

"Engko dijupuk uwong, engko dijupuk uwong (nanti diambil orang). Kalau jaga jarak diserobot, masuk di sela-sela," kata salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya, Kamis (4/6/2020).

Untuk mengatasi hal itu, Camat Sukolilo, Amalia Kurniawati memastikan bahwa petugas sudah berkali-kali mengingatkan warga untuk mengantre dengan tertib dan menjaga jarak. Sayangnya peringatan petugas tidak dilaksanakan dan warga kembali berkerumun.

"Mereka tadinya sudah sampai di sini, sudah kita arahkan, separuh kita suruh duduk dulu, ini kita arahkan, tapi mereka tetep seperti ini. Padahal sudah diarahkan physical distancing," ujar Amalia.

Dengan tegas, Amalia bahkan secara langsung mengingatkan para warga yang bergerombol. Namun tetap hal itu tak diindahkan. Masyarakat enggan beranjak dari antreannya sedikitpun.

"Pak-pak gak usah peluk-pelukan, beneran, ini gampang sekali menularnya, dijaga jaraknya. Jenengan sabar, jenengan jaga jarak, sabar antre," katanya kepada warga.

Kuota tes yang disediakan, kata Amalia, berkisar antara 800 sampai 1.000. Hal itu diperuntukkan bagi warga di Kelurahan Keputih, dan warga kelurahan-kelurahan lain di sekitarnya. Selain itu ada pula sejumlah pekerja OPD yang berkesempatan menjakani tes hari ini. Bagi warga yang hasil rapid test-nya reaktif, maka akan dilakukan swab tes lanjutan yang hasilnya keluar 1 sampai 2 hari ke depan. Hasil swab sendiri akan diumumkan melalui Puskesmas setempat. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA