PSBB Diperpanjang, Ini Kata Walikota Bogor

IN
Oleh inilahcom
Jumat 05 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Bogor - Pemerintah Kota Bogor mengumumkan kebijakan melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa transisi selama satu bulan ke depan. Ini alasannya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda Kota Bogor di Balaikota Bogor, Kamis (4/6/2020).

"Kami menyepakati untuk melanjutkan PSBB di masa transisi ini. Jadi, ini masih era PSBB tetapi tidak sama dengan PSBB sebelumnya. Dan belum juga memasuki normal baru seperti yang sering disampaikan. Karena itu, ini adalah PSBB di masa transisi menuju normal baru dengan penguatan-penguatan pada aspek pengawasan dan edukasi, penguatan pada wilayah seperti RT dan RW Siaga," jelas Bima.

"Kenapa satu bulan? Karena kami melihat perlu waktu yang cukup untuk melakukan kajian review berdasarkan data-data yang disampaikan oleh tim pakar epidemiologi. Dua minggu adalah waktu yang terlalu singkat, dua minggu selama ini merujuk pada masa inkubasi yang selama ini 14 hari. Tapi saya kira kami bisa mematok waktu yang lebih lebar lagi dan kita sepakati selama satu bulan," sambungnya.

Bima menambahkan, selama satu bulan selama PSBB transisi fase kedua diberlakukan, akan dilakukan tahapan-tahapan yang masih mungkin untuk dibuka dengan berpedoman pada zonasi yang ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Per hari ini Kota Bogor masih dikategorikan level 3 dalam hal kewaspadaan atau warnanya masih kuning. Tetapi saya berkomunikasi dengan bapak Gubernur, akan ada data yang diperbaharui, data-data angka reproduksi (Rt) tadi akan diperbaharui lagi. Kami sampaikan segera, malam ini akan disampaikan data terbaru itu," katanya.

"Kami akan segera menyusun Perwali yang di dalamnya ada tahapan-tahapan selama satu bulan. Sektor-sektor yang akan dibuka bisa mall misalnya, ataupun bisa sektor-sektor lain tergantung dari status yang akan diputuskan atau diterapkan oleh provinsi pada malam ini. Setelah itu kita akan terus mengevaluasi bersama-sama dengan unsur Forkopimda, mengawasi ke lapangan, berkoordinasi. Pak Sekda juga akan koordinasikan kebutuhan budget-nya, karena otomatis segala perubahan kebijakan akan ada konsekuensinya dalam hal budget," tambah Bima.

Bima menyebut, kerjasama seluruh Forkopimda dan aparatur di wilayah hingga seluruh komponen dalam menangani Covid-19 menunjukkan hasil yang cukup baik. Data Covid-19 di Kota Bogor menunjukan hasil yang sangat baik. Angka reproduksi (Rt) di Kota Bogor bahkan menunjukkan hasil yang baik, yaitu 0,5 atau di bawah satu.

Data Dinkes Kota Bogor per 3 Juni 2020 menunjukan bahwa angka penambahan kasus positif berdasarkan laporan penerimaan hasil swab antara lain PSBB I (15 April - 28 April) terjadi penambahan 18 kasus, PSBB II (29 April - 12 Mei) terjadi penambahan 16 kasus, PSBB III (13 Mei - 26 Mei) terjadi penambahan 13 kasus dan PSBB Transisi fase 1 (27 Mei - 3 Juni) ada penambahan 2 kasus.

"Kami juga melihat bahwa walaupun datanya membaik, tapi belum bisa dikatakan bahwa situasi ini sudah aman. Karena hasil pengamatan kami di lapangan, masih banyak hal-hal yang perlu dimaksimalkan," ungkap Bima.

"Tetapi sekali lagi kita tidak boleh lengah, kita harus terus waspada. Insya Allah dengan keimanan dan kebersamaan kita lewati masa pandemi ini," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA