Kasus Nurhadi, KPK Diharap Kembangkan ke TPPU

IS
Oleh Ivan Setyadhi
Jumat 05 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai kasus suap mafia peradilan eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi merupakan kejahatan korupsi keluarga atau family corruption.

KPK diminta mengembangkan kasus Nurhadi hingga ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Kalau ingin didorong kasus ini di pencucian uang maka Tin Zuraida (Istri Nurhadi) menjadi pintu masuk yang lain karena di situ itu masuknya," kata BW (sapaan akrab Bambang) dalam diskusi daring yang digelar ICW, Jumat (5/6/2020).

BW menjelaskan kasus Nurhadi masuk kategori family corruption lantaran istri, anak dan menantunya diduga terlibat. Ketiganya dinilai memiliki peran penting dalam pusaran kasus yang menjerat Nurhadi.

"Ternyata korupsi itu family corrupt, tidak hanya dilakukan laki-laki tapi juga perempuan dan anak, menantu. Ini kejahatan yang sangat sempurna, kriminalitas itu dilakukan bersama-sama keluarga. Yang terima ceknya kan menantunya," ujar BW.

Terkait dugaan pencucian uang, menurut BW, salah satu yang menjadi messenger dan managing seluruh kekayaan hasil kejahatan yang dilakukan oleh Nurhadi adalah Tin Zuraida.

"Dari mana indikasi itu? Saya punya catatan, misalnya saja mulai tahun 2004-2009, profil keuangan Ibu Tin Zuraida ini tidak sesuai dengan profil penghasilannya, ada keluar-masuk uang di 2004-2009 paling tidak Rp1 miliar per bulan," ungkapnya.

"Bahkan ada transaksi itu di tahun 2010-2011 itu meningkat lagi. Satu yang menarik, sampai ada sopirnya itu menyerahkan uang pada tahun 2010-2011 sebanyak Rp 3 miliar ke rekening Ibu Tin Zuraida," kata BW menambahkan.

Untuk diketahui, tim penyidik KPK menangkap Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono pada Senin (1/6/2020) malam. Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Simprug, Jakarta Selatan.

Dalam penangkapan itu, tim penyidik juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida. Tin diketahui kerap mangkir saat dipanggil oleh penyidik KPK dalam kasus yang menjerat suaminya. Meski demikian, Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi itu masih berstatus saksi dalam kasus ini.

Tim juga turut menggeledah rumah yang diduga jadi tempat persembunyian Nurhadi dan mengamankan sejumlah barang bukti. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA