Pungutan Ekspor CPO Naik, Industri Sawit Santai

IN
Oleh inilahcom
Selasa 09 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Terkait kenaikan pungutan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dari US$50 menjadi US$55 per ton, industri menilai tidak ada masalah.

Ketua Divisi Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi bilang, penaikan pungutan minyak sawit (CPO) tidak terlalu memberatkan. "Kami melihat, pemerintah serius dalam menyelamatkan sektor strategis yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Karena apa? Penaikan pungutan di tengah penurunan harga minyak mentah yang sangat drastis, menunjukkan komitmen pemerintah untuk konsisten menjalankan mandatory B30. Ini hal menggembirakan, karena pasar ekspor CPO melemah, sebagai dampak dari pandemi Covid-19," papar Tofan, Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Dengan berjalannya mandatory B30, kata penulis Buku Pena Di Atas Langit ini, memberikan ruang yang cukup luas untuk penyerapan CPO dalam negeri. "Tentu saja ini kabar gembira. Kalau kita lihat, respons pasar cukup positif. Ini dibuktikan bahwa dalam pekan-pekan ini, harga minyak sawit kembali menggeliat ke arah positif," papar mantan wartawan senior Jawa Pos yang sangat dekat dengan Dahlan Iskan, tokoh pers nasional itu.

"Kita melihat B30 juga mendukung produktivitas kelapa sawit. Kami mendukung adanya peningkatan kerja sama antara korporasi dengan petani. Ke depan, kami semakin yakin, industri sawit Indonesia menjadi sektor berkelanjutan yang berdaya saing di pasar global," ungkapnya.

Ke depan, Tofan berharap, seluruh pelaku usaha sektor sawit, semakin serius dalam menaikkan daya saingnya, termasuk produsen biodiesel. "Agar industri sawit nasional bisa survive dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional," pungkasnya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA