Babak Baru Sengketa Bisnis Assera Capital VS APMR

IN
Oleh inilahcom
Selasa 09 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Perseteruan bisnis antara PT Aserra Capital (PT AC) dan PT Aserra Mineralindo Investama (PT AMI) melawan PT APMR, PT CLM, Thomas Azali, Emmanuel Valentinus Domen, Ruskin dan Helmut Hermawan, memasuki babak baru.

Di mana, kolaborasi PT AC dan PT AMI mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap sejumlah pihak tersebut. Gugatannya didaftarkan ke PN Jakarta Selatan dengan Nomor 420/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL pada Senin (8/6/2020).

Ternyata, para tergugat juga sedang menjalani proses hukum di Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Mereka para tergugat yakni Thomas, Ruskin, Emmanuel dan Helmut ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan/atau penggelapan oleh penyidik pada 31 Maret 2020.

Mereka dilaporkan Zainal Abidinsyah Siregar pada 17 Oktober 2019, dengan Laporan Polisi Nomor: LP/0911/X/2019/Bareskrim. Sementara, surat pemberitahuan penetapan tersangka tersebut sudah dikirim kepada Kejaksaan Agung RI oleh Penyidik Bareskrim Polri pada 24 April 2020.

Kuasa Hukum PTAC, Firhot Sinaga mengatakan tidak akan membahas rinci perkara hukum pidana yang sedang ditangani oleh Bareskrim terhadap para tergugat. Namun, Ia akan fokus pada gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Gugatan perbuatan melawan hukum ini hal yang menjadi sengketa, yaitu serangkaian perbuatan melawan hukum di luar perjanjian jual beli saham (PJBB) dan perjanjian pemegang saham (PPS)," ujar Firhot kepada wartawan, Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Ia menjelaskan, duduk perkara gugatan yang dilaporkannya itu, yakni pada Januari 2019, bahwa penggugat (PT AC) bergerak di bidang investasi mendapat penawaran dari tergugat untuk melakukan investasi di PT CLM, yang bergerak di bidang pertambangan nikel.

Sebelum perjanjian dilakukan untuk melaksanakan investasi, kata Firhot, para tergugat diduga telah memberikan pernyataan yang tidak benar dan menyesatkan tentang kondisi bisnis PT CLM. Tapi, hal itu baru diketahui belakangan setelah para penggugat menyerahkan dana sebesar US$2 juta dan Rp20 miliar.

"Dugaan perbuatan para tergugat untuk mengambil keuntungan sepihak dari kemampuan financial penggugat, terbukti hingga saat ini penggugat tidak mendapatkan hak yang seharusnya didapatkan dari investasi tersebut," jelasnya.

Justru, lanjut Firhot, kliennya sebagai penggugat mengalami kerugian yang lebih besar dan tidak ada keuntungan yang seharusnya didapatkan atas dana yang diserahkan penggugat. Padahal, penggugat adalah perseroan dengan reputasi yang baik dan aktif melakukan kegiatan usaha di bidang pertambangan, baik kontraktor dan perdagangan.

Bahkan, penggugat merupakan induk salah satu perusahaan terbuka alias go public yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, para pengurus, direksi dan komisaris penggugat juga punya reputasi baik di kalangan bisnis. Dengan adanya persoalan ini, tentu merugikan penggugat.

"Karena menimbulkan kekacauan rencana bisnis investasi tahun 2020, hilangnya konsentrasi, gagal atau tertunda rencana ekspansi bisnis, kerugian atas rusaknya nama baik para penggugat lantaran punya persoalan hukum," ujarnya.

Akibatnya, Firhot menilai, persoalan hukum tersebut menimbulkan ketakutan atau kekhawatiran calon rekan bisnis. Jadi, penggugat sebenarnya hanya melakukan upaya untuk mempertahankan dan mendapatkan hak. "Oleh karena itu, penggugat mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap para tergugat di PN Jakarta Selatan," katanya.

Dengan demikian, Firhot selaku kuasa para penggugat berharap pengadilan dapat melihat secara jernih dan fair terhadap perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh para tergugat. Tujuannya, agar penggugat bisa tenang lagi menjalankan bisnis usahanya. "Kemudian mendapatkan keuntungan yang seharusnya menjadi hak penggugat, dan juga tidak akan ada korban lain lagi atas perbuatan tidak terpuji dari para tergugat," katanya.

Sementara, pihak PT CLM selaku tergugat, belum memberikan keterangan atas adanya gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan PT AC. Di antara pihak tergugat sudah dicoba dikonfirmasi, namun belum ada respon. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA