Peternak Ayam Nyambi Jual Sabu Dicokok Polisi

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 13 Juni 2020
share
 

INILAH.COM, Surabaya - Meski memiliki peternakan ayam potong, Hendri Windarrok alias Wiwit (40) masih mencari bisnis lain. Sayangnya, bisnis kedua yang digelutinya sangat terlarang. Tak ayal, kini Wiwit berurusan dengan pihak kepolisian.

Dia disergap anggota unit Idik I Satreskoba Polrestabes Surabaya lantaran menjual dan menyimpan satu poket sabu-sabu seberat 0,30 gram.

"Selain menjual, tersangka juga mengakui mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu itu. Kita masih dalami bagaimana motif pelaku ini berjualan dan dari mana pelaku mendapatkan sabu," kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian melalui sambungan teleponnya, Jumat (12/6/2020).

Lebih lanjut, AKBP Memo menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat. Saksi menyebut adanya peredaran narkoba di kawasan Tambaksari dan ternyata benar.

Selanjutnya, penyelidikan dilakukan petugas hingga akhirnya dilakukan penggerebekan di rumah tersangka. Saat digrebek tersangka sempat mengelak, namun barang bukti sabu 0,3 yang dimilikinya tak bisa membuat Wiwit mengelak.

"Tersangka cukup pintar, untuk mengelabui kami, dia (tersangka, red), menyembunyikan barang itu di saku celana. Selain itu, dia juga meletakkan celana tersebut di lemari pakaian. Kita awalnya kebingungan, tapi celana kita periksa satu persatu di depan saksi dan pelaku," lanjut alumni Akademi Kepolisian (Akpol), 2002 itu.

Dalam mengedarkan narkoba, tersangka cukup jeli karena tidak menjual kepada orang tak dikenal. Wiwit sekali membeli ke pemasok, bisa sampai satu hingga dua gram. Selanjutnya, oleh tersangka barang itu dibagi ke ukuran nol koma. Di hadapan penyidik, tersangka mengaku selama ini menggunakan sabu untuk staminanya. Dia rutin mengonsumsi kristal haram itu agar kuat saat merawat ternak ayamnya.

"Untuk stamina saja pak. Lumayan juga dapat untung," pungkas Wiwit. [beritajatim]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA