Kritik Adian ke Erick, Andre Duga Soal Kursi BUMN

IN
Oleh inilahcom
Minggu 14 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade angkat bicara terkait kritik Sekjen PENA 98 Adian Napitupulu terhadap Menteri BUMN, Erick Thohir. Padahal, Adian adalah kader PDIP, partai yang berkuasa.

Andre menduga, kritikan Adian dengan persoalan jatah kursi Komisaris BUMN. Diduga nama-nama yang diusulkan Adian hingga saat ini belum diakomodir oleh Erick Thohir. "Di komisi VI kami mendengar rumor, Bung Adian memberikan usulan nama-nama ke Menteri BUMN untuk posisi komisaris. Tapi bukannya ditambah, kawan-kawan Bung Adian malah dicopot seperti di PTPN dan Damri. Tapi ini rumor yang kami dengar, bisa benar atau salah," jelas Andre.

Lebih lanjut, Andre menyebut substansi kritikan Adian ke Erick Thohir, terkait utang BUMN, salah alamat. "Tidak tepat membandingkan utang BUMN sebesar Rp5.600 triliun dengan utang pemerintah Malaysia yang disebut hanya Rp3.500 triliun," kata Andre.

Menurut dia, perbandingan tersebut jelas tidak apple to apple. Di mana, utang luar negeri sebuah negara, lazimnya dihitung berdasarkan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "Lagipula kenaikan utang BUMN yang signifikan itu terjadi diperiode 2016-2018 bukan era sekarang," ucap mantan Presiden Mahasiswa Trisakti ini.

Andre meluruskan, alokasi dana pemerintah sebesar Rp152 triliun, tidak semuanya berbentuk dana talangan. Alokasi dana pemerintah ke BUMN berdasarkan UU No 2 Tahun 2020 dan PP 23/2020 terdiri atas percepatan pembayaran utang pemerintah ke BUMN, penyertaan modal negara (PMN) dan dana talangan. "Dana talangannya itu Rp19,65 triliun dari Rp152 triliun. Atau setara 12% dari total dana yang dialokasikan. Porsi terbesar yang 75%, justru digunakan untuk membayar utang pemerintah ke BUMN yang menjalankan penugasan PSO (Public Service Obligation), seperti PLN dan Pertamina.

Sedangkan sisa sebesar Rp15,5 triiun, masih dijelaskan anak buah Prabowo PS ini, dialokasikan kepada BUMN berbentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Sedangkan dana talangan yang dipersoalkan Adian, sejatinya adalah pinjaman pemerintah yang harus dikembalikan lengkap dengan bunganya.

"Dana talangan digunakan sebagai stimulus modal kerja BUMN dalam jangka pendek terutama kepada BUMN-BUMN yang terdampak Covid 19 dan mengalami tekanan arus kas. Selain itu dana ini digelontorkan sebagai upaya penyelamatan industri strategis, termasuk yang membawa bendera negara," papar Andre.

Karena itulah, menurut Andre, patut diduga Adian marah lalu kemudian melancarkan kritik kerasnya lantaran usulannya terhadap Ercik Thohir belum diakomodir hingga saat ini. "Bisa saja, patut diduga kan. Silahkan diklarifikasi saja sama Adian, rumornya Adian minta tambahan," imbuh Andre.

Menurut Andre, secara objektif dalam 8 bulan kabinet Jokowi periode kedua ini bekerja Menteri BUMN Erick Thohir termasuk Menteri yang cukup menonjol kinerjanya

"Sebagai Anggota Komisi VI, saya melihat Erick Thohir serius membenahi BUMN. Bung Adian ini kan bertugas di Komisi I, dia tidak update dengan isu-isu di Komisi VI. Lebih baik, Adian fokus pada masalah di komisinya, semisal soal Papua yang mencuat belakangan ini," tuturnya.

Andre memberi saran kepada Adian, jika tidak puas dengan kinerja Menteri BUMN Erick Thohir, sebaiknya berdiskusi dengan rekan-rekan separtai yang duduk di Komisi VI guna menyuarakan kegelisahannya itu. "Dia urus komisi I saja. Kalau mau ada masukan, enggak puas tinggal ngomong dong sama komisi VI, temen dari PDIP," katanya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA