Penyuluh Tangerang Kawal Petani Cepat Tanam Padi

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 20 Juni 2020
share
(Foto: Inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Tangerang - Petani dan penyuluh Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, bergegas panen padi di penghujung Musim Tanam Pertama (MT I) periode Oktober - Maret menyongsong MT II periode April - September. Hasil panen dan kondisi lahan secara umum baik tanpa kendala lapangan seperti banjir dan hama yang memicu terjadinya puso.

"Mulai pekan lalu, petani didampingi penyuluh menggelar panen dan tanam padi. Petani segera olah lahan setelah panen, lalu menanam serentak untuk memanfaatkan persediaan air sebelum kemarau," kata Irhamsyah, Penyuluh dari Dinas Pertanian Tangerang, belum lama ini.

"Antisipasi ketersediaan pangan pokok dilakukan petani dan penyuluh, yang terus bekerja di lapangan untuk panen dan tanam di tengah pandemi Covid-19," katanya.

Pimpinan BPP Kampung Melayu, Dadang menguraikan kinerja sejumlah koleganya sesama penyuluh melakukan pendampingan kelompok tani (Poktan) untuk panen dilanjutkan olah lahan sebelum menanam padi.

Penyuluh Mukhtar mendampingi Poktan di Kecamatan Teluknaga yakni Kebon Pasir di Desa Kampung Besar, panen padi varietas IR Jumbo seluas 21 hektare dengan produktivitas tujuh ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Sementara Poktan Kebon Kecap panen padi seluas 10 hektare, produktivitas 6,5 ton GKP per hektare.

"Pendampingan tanam dilakukan Siti Sapridah pada Poktan Marga Karya Mandiri di Desa Kiarang Payung, Kecamatan Pakuhaji. Menanam Inpari 30 seluas 23 hektare, Rabu pekan lalu perkiraan panen September 2020," kata Mukhtar sebagaimana dikutip Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan).

Penyuluh Khaerul Trisunu mendampingi tiga Poktan di Kecamatan Pakuhaji. Varietas Inpari 30 ditanam oleh Poktan Mekar Empetan di Desa Buaran Bambu seluas 50 hektare, Selasa pekan lalu. Poktan Karya Swadiri di Desa Buaran Bambu memilih menanam varietas Inpari 42 seluas 40 hektar, Rabu pekan lalu. Poktan Rawa Kalong di Desa Pakuhaji memanfaatkan varietas Inpari 30 ditanam seluas 25 hektare, Selasa lalu.

"Perkiraan panen raya berlangsung mulai awal hingga pertengahan September 2020," kata Khaerul Trisunu.

Penyuluh Pusat, Susilo Astuti Handayani, di Kementerian Pertanian selaku pembina penyuluhan pertanian Banten mengatakan petani dan penyuluh melaksanakan instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui surat edaran (SE) yang dirilis belum lama ini.

"Semua pihak yang terkait dengan pertanian termasuk kepala daerah untuk memantau dan memastikan percepatan MT II 2020 untuk mengantisipasi krisis pangan akibat pandemi Covid 19," kata Mentan Syahrul.

Arahan tersebut ditindaklanjuti oleh Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi melalui video conference tiap Jumat, Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) mengimbau penyuluh dan petugas teknis lainnya terus mendampingi dan mengawal petani untuk terus berproduksi.

"Selama bekerja di lapangan harus tetap mematuhi Protokol Kesehatan untuk mengenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan dengan sabun di air mengalir baik, sebelum dan sesudah bekerja," kata Dedi Nursyamsi. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA