Kata Wagub DKI Dua Pekan PSBB Transisi

WN
Oleh Willi Nafie
Sabtu 20 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pelaksanaan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Fase I Menuju Masyarakat Aman, Sehat, dan Produktif telah berjalan sekitar dua pekan di DKI Jakarta.

Beberapa unit kegiatan seperti mal, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata telah mendapatkan izin operasional dengan tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020.

Dalam rangka memastikan penerapan protokol kesehatan tersebut, Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau sejumlah pusat perbelanjaan, yaitu Pasar Palmerah di Jakarta Pusat dan Mal Central Park di Jakarta Barat, Sabtu (20/6/2020).

"Alhamdulillah sejauh pencermatan saya, rambu-rambu pelaksanaan Protokol COVID-19 telah dilaksanakan dengan baik, seperti ada pembatasan pengunjung, ada tempat cuci tangan, ada tanda traffic flow-nya dibuat agar satu arah jalannya, tidak bersentuhan, kemudian pedagang pengunjung menggunakan masker bahkan face shield semua diwajibkan," jelas Wagub Ariza di Pasar Palmerah.

Dalam kesempatan itu, Wagub Ariza juga mendapatkan informasi bahwa berdasarkan hasil tes swab dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, terdapat 79 pedagang yang terdampak COVID-19.

"Alhamdulillah, para pedagang yang terdampak tersebut telah diminta untuk segera isolasi mandiri. Dan bagi kios tempat berjualannya, kita minta melakukan penutupan sementara kemudian dibersihkan. Sehingga, ada penindakan tegas dari Satpol PP dan Pasar Palmerah ini bisa menjadi contoh bagi semua pasar agar masyarakat menjaga kedisiplinan, kepatuhan, dan ketaatan untuk mewujudkan kerjasama yang baik, "jelas Wagub Ariza.

Selain itu, Wagub Ariza juga meninjau kepatuhan pengelola di Mal Central Park dalam rangka penerapan Protokol Kesehatan COVID-19. Seperti pembatasan kapasitas pengunjung sebanyak 50 persen, penggunaan face shield bagi penjaga toko/gerai makanan dan minuman, penyediaan tempat cuci tangan, jaga jarak saat di antrean mesin ATM, dan sebagainya.

"Kemudian juga tombol lift-nya tidak boleh disentuh. Di setiap toko juga tadi bagus sekali dilakukan pembatasan jumlah pengunjung, luasnya berapa umpamanya tadi ada 43 meter persegi hanya diperbolehkan tiga pengujung pembeli yang bisa masuk. Bahkan, tadi di pintu depan sebelum masuk ada QR Code, sehingga dapat diatur jumlah pengunjung bahkan identitasnya sehingga jika terjadi kasus dapat segera ditangani dengan baik," tutup dia.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA