TNI AD Mendukung Kemandirian Pangan dengan Bertani

IN
Oleh inilahcom
Minggu 21 Juni 2020
share
(Foto: Inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Maluku Utara - Prajurit TNI AD di markas Kodim 1508/Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara akhir-akhir ini memiliki kesibukan baru, bertani. Sebagian lahan markas Kodim dimanfaatkan menjadi lahan pertanian dan peternakan, untuk mendukung mandiri pangan dari pandemi Covid-19 di Provinsi Maluku Utara.

Dandim Letkol Inf Raymond Sitanggang menyadari rakyat Halmahera Utara turut terdampak Corona. Banyak yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Sementara kasus positif Covid-19 dilaporkan mencapai 383 kasus positif hingga Jumat [19/6/2020] seperti dilansir Gugus Tugas Pandemi Covid-19 Provinsi Maluku Utara.

Letkol Inf Raymond Sitanggang bertindak cepat dan antisipatif mendukung mandiri pangan di Halmahera Utara. Sebagian lahan markas Kodim Kodim 1508/Tobelo dari total 7,5 hektare dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

"Sekitar 3,5 hektare lahan markas untuk kantor markas dan pemukiman dari total 7,5 hektare. Kodim memakai sebagian lahan untuk mengembangkan tanaman pangan, hortikultura dan peternakan didukung pemerintah daerah dan warga," katanya di Tobelo, ibukota Halmahera Utara belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, keterlibatan TNI AD di sektor pertanian sesuai amanat UU TNI Nomor 34/2004. Tugas pokok TNI menjaga kedaulatan, keutuhan, dan melindungi segenap bangsa dan negara. Pelibatan ini sejalan dengan peran TNI menjaga pertahanan nasional dan dasar hukumnya Inpres Nomor 5/2011.

"Semua itu tidak perlu ditakutkan, karena kita adalah bangsa pejuang yang pantang menyerah. Kita harus bangkit memperjuangkan dan menyelamatkan anak-anak bangsa sebagai generasi penerus untuk meneruskan perjuangan bangsa ini," katanya sebagaimana dikutip Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).

Selain pertanian, kata Dandim 1508/Tobelo, saat ini sedang proses pembuatan kandang dan tempat penggemukan ternak di bawah supervisi Dinas Perternakan Kabupatan Halmahera Utara.

"Kunci utama adalah disiplin dengan Protokol Kesehatan. Doa dan harapan tidaklah cukup. Bangkitlah untuk membangun pertanian mendukung mandiri pangan," kata Dandim Letkol Inf Raymond Sitanggang.

Penyuluh Pusat, Siti Hafsah Husas di Kementerian Pertanian selaku pembina penyuluhan pertanian Maluku Utara mengatakan langkah Kodim 1508/Tobelo sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa pandemi Covid-19 mempengaruhi produksi dan distribusi hasil produksi pertanian, akibat pembatasan sosial hingga isolasi mandiri.

"Tantangan tersebut harus diantisipasi dengan strategi yang saling membangun dari sisi pelaksana, pembiayaan dan pengawasan sehingga kebijakan yang dijalankan lebih efektif dan efisien," kata Mentan Syahrul.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengingatkan tentang pentingnya menangkal Covid-19, utamanya kenakan masker, hindari kerumunan, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir sebelum dan setelah beraktivitas.

"Petani, penyuluh dan para pemangku kepentingan harus sehat. Kalau sehat, stok pangan pun aman," kata Dedi Nursyamsi. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA