Mahkota Siapkan Skema Pembayaran yang Agresif

MY
Oleh Muhammad Yusuf Agam
Rabu 24 Juni 2020
share
(Foto : Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direksi PT Mahkota Properti Indo Permata (MPIP) dan PT Mahkota Properti Indo Senayan (MPIS) telah memastikan pengembalian investasi para investor akan berjalan hingga beberapa tahun ke depan melalui sebuah skema yang telah dirancang berdasarkan aktivitas usaha perusahaan. Dengan skema tersebut, PT MPIP dan PT MPIS mampu membayarkan kembali investasi yang dimiliki para investor.

Tak main-main, Direksi PT MPIP dan PT MPIS bahkan siap untuk menggunakan aset yang dimiliki perusahaan demi memastikan skema pengembalian investasi para investor agar bisa kembali ke skema awal yang telah disosialisasikan dalam rangkaian roadshow yang sudah dilakukan sebelumnya.

"Sebelumnya kami memang telah menyiapkan sebuah skema yang juga sudah kami sosialisasikan melalui roadshow yang kami gelar sejak awal tahun 2020. Namun skema yang di usulkan hari ini dalam rapat kreditur merupakan skema yang paling konservatif dan di sesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini yang masih dalam situasi covid 19," buka Komisaris PT Mahkota Propertindo, Hasanudin Tisi, Rabu (24/6/2020).

"Walaupun perusahaan mengambil langkah awal dgn skema yg lebih konservatif tetapi perusahaan masih berusaha untuk mencari format terbaik agar bisa kembali ke skema awal yg telah disosialisasikan. Waktu dan pelaksanaan menjadi konsederasi utama dari revisi yg akan dilakukan. Tetapi tetap harus realistis terhadap situasi ekonomi maupun pandemi yg sedang kita hadapi bersama. Skema akhir harus menjadi skema oenyelesaian yg dapt dilaksanakan karena perusahaan harus memastikan skema itu dapat menjadi solusi thd semua tantangan yg sedang kita hadapi," sambung Hasanudin.

Sebelumnya, dalam rapat perdana Pembahasan Rencana Perdamaian antara PT MPIP dan PT MPIS dengan para investornya di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (19/6), Mochamad Djoenaidie SH, MH, selaku Hakim Pengawas, meminta agar skema perdamaian direvisi sesuai permintaan para investor. Untuk maksud tersebut Direksi PT MPIP dan PT MPIS kemudian meminta waktu agar dapat diberikan waktu selama 30 hari untuk pemutakhiran skema perdamaian.

"Kami sadar benar sebagian investor masih ada yang sedikit was-was dengan penetapan PKPU ini. Namun kalau kami boleh tegaskan sekali lagi, proses PKPU ini justru memberikan kepastian kepada para investor untuk bisa kembali mendapatkan hak mereka," terang Hasanudin.

"Itulah kenapa kami sangat berharap dukungan dari semua pihak agar semua proses terlaksana dengan baik. Karena harus diingat kembali, PT MPIP dan PT MPIS sangat serius untuk melaksanakan pembayaran kembali kepada semua investornya, baik yg sudah mendaftar maupun yang belum, tetapi tentunya prioritas ada di investor yang sudah mendaftar dan terverifikasi," sambungnya.

Direktur Utama PT MPIP dan PT MPIS, Hamdriyanto, juga menyadari benar kalau proses yang harus dilalui dalam penuntasan masalah ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, Hamdriyanto berharap para investor mau bersabar dan tidak bertindak gegabah yang justru berakibat pada hilangnya kesempatan untuk bisa kembali mendapatkan investasi berharga mereka.

"Mungkin beberapa investor merasa tidak sabar dengan proses yang harus dilalui sekarang, karenanya kita sama-sama tahu ada beberapa pihak yang kemudian berencana untuk mengambil langkah berbeda. Tapi saya bisa pastikan, tujuan Mahkota ini simpel, sejak roadshow pertama tujuan kami tidak pernah berubah, kami tidak ingin haknya investor hilang ataupun kurang," tegas Hamdriyanto.

Hamdriyanto juga menegaskan bahwa suksesnya rencana restrukturisasi PT MPIP dan PT MPIS sangat tergantung pada dukungan para investor, karenanya dengan ini dihimbau agar para investor yang belum mendaftar dan melakukan verifikasi segera menghubungi tim pengurus, sehingga dalam waktu yang tidak lama lagi proses verifikasi dapat dituntaskan dan PKPU dapat segera diakhiri.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA