Jubir PA 212: Satu negara dibuat heboh

IN
Oleh inilahcom
Kamis 25 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Juru bicara DPP Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustad Haikal Hassan Baras, mengklaim usulan Rancangan Undang-undang ( RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) membut heboh. Lantaran memicu bannyak eleman masyarakat memprotes keras pascaadanya usulan RUU HIP.

"Satu negara dibuat heboh oleh RUU-HIP. Cari gara-gara terus.Kini semua serentak, kompak, bersatu. menentang. Masih juga nekat melawan?," tulis akun Twitter @haikal_hassan, dikutip Kamis (25/6/2020).

Dia menekankan, sebaiknya bukan hanya memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP namun harus dibatalkan.

"Batalkan! Bukan sekedar tunda. Batalkan!," pungkasnya.

Diketahui Rancangan Undang-undang ( RUU) Haluan Ideologi Pancasila belakangan tengah menjadi pembicaraan. Mengingat, draf RUU tersebut memuat klausul Trisila dan Ekasila di dalam salah satu pasalnya.

Dilansir dari draf RUU, konsep Trisila dan Ekasila tertuang dalam Pasal 7.

Pasal tersebut memuat tiga ayat. Adapun ayat 1 menyebutkan ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.

Ayat 2, ciri pokok Pancasila berupa Trisila, yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan. Ayat 3, Trisila sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) terkristailisasi dalam Ekasila, yaitu gotong-royong.

Sementara itu, pemerintah memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP. Kemudian tidak mengirimkan surat presiden (surpres) kepada DPR guna membahas RUU itu. DPR diminta sebagai pengusul RUU HIP, untuk lebih banyak menyerap aspirasi masyarakat.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA