Bongkar-Pasang Phapros, Purnawirawan TNI Komisaris

IN
Oleh inilahcom
Jumat 26 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Phapros Tbk, anak usaha PT Kimia Farma (Persero) Tbk, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), ini hasilnya.

Dalam RUPS yang digelar di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, manajemen memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang 2019. Di mana, kinerja penjualan meningkat 8% atau sebesar Rp1,1 triliun.

Direktur Keuangan Phapros, Heru Marsono mengatakan, peningkatan penjualan Phapros pada 2019, didominasi segmen obat generik berlogo (OGB) yang naik 8,5% dibanding 2018, senilai Rp537,48 miliar. "Kemudian, disusul oleh produk obat resep dokter bermerek atau etikal yang naik sebesar 12% atau Rp 289,88 miliar, dan produk obat jual bebas, atau over the counter (OTC) yang tumbuh sebesar 17% atau Rp212,57 miliar," ujarnya.

Sementara itu, total aset yang dimiliki Phapros tahun lalu sebesar Rp2,1 triliun bertumbuh dari tahun sebelumnya Rp1,87 triliun. Total liabilitas emiten berkode saham PEHA ini juga naik 18,51% menjadi Rp1,28 triliun dari sebelumnya Rp1,08 triliun. Ekuitas Phapros mencapai Rp821,61 miliar, naik 4,03% dari sebelumnya Rp789,8 miliar.

Dalam RUPS TB 2019 ini disepakati pembagian dividen tunai sebesar 70% dari laba bersih, atau setara dengan Rp71,4 miliar (Rp85,03/lembar saham) kepada pemegang saham.

Selain itu, pada RUPS tahun ini pemegang saham dan kuasa pemegang saham juga menyepakati untuk memberhentikan dengan hormat disertai setinggi-tingginya, Prof Fasli Jalal selaku Komisaris Independen dan Barokah Sri Utami selaku Direktur Utama, serta mengangkat Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyatno sebagai Komisaris Independen, dan Hadi Kardoko sebagai Direktur Utama.

"Pemegang saham menyepakati untuk memberhentikan dengan hormat disertai penghargaan setinggi-tingginya, Prof Dr. Fasli Jalal selaku Komisaris Independen dan Barokah Sri Utami selaku Direktur Utama," tulis manajemen.

Dengan demikian, pemegang saham anak usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF), menyetujui pengangkatan Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyatno sebagai Komisaris Independen dan Hadi Kardoko sebagai Direktur Utama.

Untuk diketahui, Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyatno, saat ini masih menjabat sebagai Staf Khusus Kementerian Kesehatan yang mendampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam kesehariannya.

Berikut susunan pengurus perseroan.
Dewan Komisaris
1. Verdi Budidarmo (Komisaris Utama)
2. Masrizal Achmad Syarief (Komisaris)
3. Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyatno (Komisaris Independen)
4. Zainal Abidin (Komisaris Independen)
Dewan Direksi:
1. Hadi Kardoko (Direktur Utama)
2. Heru Marsono (Direktur Keuangan)
3. Chairani Harahap (Direktur Pemasaran)
4. Syamsul Huda (Direktur Produksi)

Untuk terus meningkatkan performanya, tahun ini Phapros menyiapkan berbagai rencana strategis. Di antaranya adalah dengan meningkatkan produksi 1 juta boks multivitamin merek Becefort, satu-satunya produk di Indonesia yang memiliki kandungan kombinasi vitamin C dosis tinggi dan vitamin E.

Menyusul kenaikan permintaan di tengah pandemik virus corona atau Covid-19, serta meluncurkan produk biologi untuk anti aging berbahan dasar sekret metabolit stem-cell yang merupakan hasil hilirisasi riset dengan Universitas Airlangga, Surabaya.

"Ini merupakan salah satu dukungan Phapros terhadap hilirisasi riset. Dalam mengembangkan produk ini, Phapros juga telah mendapatkan pendanaan dari Kemenristek Dikti sebesar Rp20,2 miliar sejak 2017. Sehingga, diharapkan semester dua tahun ini sudah siap diproduksi," ujar Chairani.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA