Kementan Uji Kompetensi 1.464 Penyuluh

IN
Oleh inilahcom
Jumat 26 Juni 2020
share
Dedi Nursyamsi saat membuka Pembekalan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian via video conference di Jakarta - (Foto: Inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 1.464 penyuluh dari 31 provinsi akan mengikuti uji kompetensi pada 6 Juli 2020. Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi meyakini penyuluh pertanian yang terbiasa meningkatkan kemampuan dan keahlian terhadap teknologi pertanian dan informasi, akan lebih mudah mengikutinya.

"Penyuluh pertanian harus lebih pintar dari petani. Harus rajin update ilmu pertanian dan teknologi informasi. Kalau penyuluh aktif update kemampuan maka petani yang diuntungkan," kata Dedi Nursyamsi saat membuka Pembekalan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian via video conference di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, penyuluh pertanian ideal bagi Indonesia telah dikemukakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan menjadi tulang punggung keberhasilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan melaksanakan peran, fungsi dan tugas sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani).

Dedi mengingatkan peran vital penyuluh sebagai garda terdepan sektor pertanian, petani mendapat informasi dan pengetahuan tentang bercocok tanam yang baik, sehingga panen berlimpah dengan kualitas unggul.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) Leli Nuryati mengharapkan 1.464 penyuluh peserta uji kompetensi mempersiapkan diri lahir dan batin agar dapat menjawab 100 soal selama 90 menit dengan baik dan benar. "Kami doakan seluruh peserta ujian lulus uji kompetensi."

Kabag Organisasi Kementan, Nur Wahidah mengatakan uji kompetensi tahun ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) setelah Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun ini tidak menggelar Computer Assisted Test (CAT) terkait pandemi Covid-19.

"Uji kompetensi dengan CAT System namun tahun ini tidak terkoneksi ke BKN, Kementan menyelenggarakan dengan link tersendiri," kata Nur Wahidah mewakili Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementan.

Kapusluh Leli Nuryati menambahkan bahwa untuk meningkatkan kemampuan penyuluh mengikuti uji kompetensi, maka Pusluhtan menggelar pembekalan selama tiga hari pada 24 - 26 Juni 2020.

Pembekalan hari pertama, Rabu (24/6) dibagi dua sesi diikuti para penyuluh dari pusat, BBP2TP Bogor dan delapan provinsi: Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Bali.

Pembekalan sesi tiga hingga lima berlangsung pada Kamis (25/6) diikuti penyuluh dari 18 provinsi: Maluku, Maluku Utara, Papua, NTB, NTT, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Jambi dan Sumatera Selatan.

Pada Jumat (26/6) sebagai sesi terakhir diikuti penyuluh dari enam provinsi: Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Riau dan Bengkulu.

"Hanya penyuluh Sumatera Utara dan Papua Barat tidak ikut uji kompetensi karena tidak mendaftar," kata Leli Nuryati didampingi Kabid Kelembagaan & Ketenagaan Penyuluhan - Pusluhtan, Joko Samiyono selaku moderator. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA