Kuasa Hukum Asuransi: Bukti Kami Kuat

IN
Oleh inilahcom
Jumat 26 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Permohonan Praperadilan PT Asuransi Jiwa Adisarana WanaArtha (WanaArtha Life) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2020) lalu di tolak hakim.

Penolakan ini dikarenakan sidang Tipikor kasus korupsi Asuransi Jiwasraya telah dimulai pada 3 Juni 2020.

Menurut hakim, barang bukti penyitaan akan memiliki pengaruh pembuktian dalam perkara pokok yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Untuk menghindari keputusan pengadilan yang saling menimpa satu sama lain, maka permintaan pemohon (WanaArtha Life) menjadi gugur.

Praperadilan WanaArtha Life dengan Kejaksaan Agung dengan no. perkara : 46/Pra.Pid/2020/PN JKT SEL dimulai sejak 8 Juni. Namun sidang itu ditunda dan dilanjutkan pada 15 Juni, yang terus berlanjut sampai dengan 19 Juni 2020 dengan mendengarkan kesimpulan dari masing-masing pihak, baik WanaArtha Life sebagai pemohon dan Kejaksaan Agung sebagai termohon.

Usai sidang, Erick S. Paat selaku Kuasa Hukum WanaArtha Life, menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Kemudian pihaknya juga kecewa dengan gugurnya gugatan setelah penyampaian bukti-bukti.

"Kami juga bingung kalau dikatakan gugatan kami ini gugur, mengapa harus menunggu sampai pembuktian ahli dan saksi," ujarnya.

Mengenai alasan bahwa pengadilan pokok sedang berjalan, menurut Erick hal tersebut tidak bisa menjadi alasan karena tidak ada personel WanaArtha Life yang menjadi tersangka.

"Tidak ada sangkut pautnya dengan pengadilan di Jakarta Pusat, karena klien kami bukan berstatus tersangka. "Bukti pelanggaran yang kami sampaikan sudah sangat kuat sekali. Ada apa dengan kasus ini?" ujarnya.

Untuk langkah selanjutnya, Erick akan meninjau kembali langkah hukum lanjutan yang dapat ditempuh oleh klienya. "Kami akan membicarakan ini kembali dan mengambil langkah-langkah berikut," tandasnya.

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA