Inseminasi Buatan, Realisasi Agam 3.871 Ekor Sapi

IN
Oleh inilahcom
Senin 29 Juni 2020
share
Kabupaten Agam didukung 25 inseminator buatan dari ASN dan swasta - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Agam - Kabupaten Agam meningkatkan populasi dan produksi sapi/kerbau melalui inseminasi buatan (IB) sebanyak 8.402 ekor untuk 2020 dari target 7.500 ekor pada 2019.
Realisasi IB hingga 21 Juni mencapai 3.871 ekor menghasilkan anak sapi/kerbau (pedet) sebanyak 1.866 ekor dari kebuntingan 1.929 induk sapi.

"Ketersediaan pangan asal hewan termasuk daging sapi sangat penting, khususnya mendukung hadirnya generasi sehat, kuat, cerdas dan inovatif dari protein hewani," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu di Lubuk Basung, ibukota Agam, belum lama ini.

Kegiatan IB rata-rata per bulan pada 600 ekor sapi/kerbau betina. Tingkat kebuntingan 75%. Sampai 21 Juni, realisasi IB mencapai 3.871 ekor, 1.929 ekor bunting hasilnya 1.866 ekor pedet. Sementara target IB 2020 mencapai 8.402, dari target 2019 sebanyak 7.500 ekor.

"Target dan realisasi IB di Agam mendukung target Kementerian Pertanian RI terkait Program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri disingkat SiKomandan," kata Arief Restu sebagaimana dikutip Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).

Dia menambahkan Program SiKomandan di bawah koordinasi dan kendali Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) bertujuan meningkatkan populasi dan produksi sapi/kerbau Indonesia melalui kawin suntik (IB).

"Pandemi Covid-19 jangan menghalangi pencapaian target swasembada sapi dan kerbau di Agam. Penyuluh wajib dampingi peternak untuk mematuhi Protokol Kesehatan menangkal virus Corona. Penyuluh kawal, dampingi dan layani peternak meningkatkan populasi sapi lokal dengan IB dan kelahiran pedet," kata Arief Restu.

Penyuluh Pusat, Edizal di di Kementerian Pertanian selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian di Provinsi Sumatera Barat mengatakan hal itu sejalan instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kepada seluruh insan pertanian mengoptimalkan produksi dalam negeri agar menekan volume impor daging sapi/kerbau.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menggarisbawahi instruksi Mentan agar penyuluh dan petani tetap produktif di tengah pandemi Covid-19 dengan mematuhi Protokol Kesehatan. "Kenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan rajin cuci dengan sabun."

Kepala Seksi IB Dinas Pertanian Agam, Jafrika mengatakan Program SiKomandan diharapkan menekan pemotongan betina produktif melalui upaya pengawasan, karena menjadi kendala utama pencapaian swasembada protein hewani.

"Kondisi saat ini memang tidak mudah, tapi kami terus mendorong penyuluh di lapangan agar kendala lapangan dapat terselesaikan termasuk ketersediaan maupun distribusi semen beku, N2 cair dan kontainer untuk para petugas IB di lapangan," kata Jafrika. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA