KPK Siap Kejar Pihak Lain Dikasus Dana Hibah KONI

IS
Oleh Ivan Setiyadi
Rabu 01 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang untuk menyasar pihak lain dalam kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional (KONI).

Hal itu disampaika Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyikapi vonis 7 tahun terhadap Mantan Menpora Imam Nahrawi.

"Apabila setelahnya ditemukan setidaknya dua bukti permulaan yang cukup adanya dugaan keterlibatan pihak-pihak lain tentu KPK akan ambil sikap dengan menetapkan pihak-pihak lain tersebut sebagai tersangka," kata Ali Fikri, Selasa (30/6/2020).

KPK kata Ali, bakal mempelajari putusan lengkap Imam Nahrawi serta mereview fakta-fakta persidangan.

"KPK nanti akan pelajari putusan lengkapnya lebih dahulu, baik itu fakta-fakta sidang keterangan para saksi yang termuat dalam putusan maupun pertimbangan-pertimbangan majelis hakim," kata Ali.

Lebih lanjut, KPK menghormati putusan majelis hakim. Dia pun mempersilakan Imam untuk mengajukan upaya hukum lanjutan bilamana tidak meneriman putusan tersebut.

"Kita harus hormati putusan majelis hakim.
Jika terdakwa tidak menerima putusan tentu silahkan melakukan upaya hukum banding," katanya.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis 7 tahun penjara kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Hal itu disampaikan Hakim Ketua Rosmina saat membacakan putusan, Senin (29/6/2020).

Selain pidana, Imam juga dihukum membayar denda Rp400 juta subsider 3 bulan kurungan.

Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sejumlah Rp18.154.230.882. Jika uang tersebut tidak diabayarkan paling lambat 1 bulan setelah putusan maka harta milik Imam dapat disita untuk kemudian dilelang. [wll]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA