Teguran Jokowi Harap Picu Kapolri Tangkap Masiku

IN
Oleh inilahcom
Rabu 01 Juli 2020
share
Politisi PDI Perjuangan Harun Masiku - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Teguran Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan ketidakpuasannya atas kinerja sejumlah menteri, sehingga berujung pada isu perombakan atau reshuffle kabinet diharapkan ikut memicu kinerja Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Idham Azis.

Terutama dalam menangkap Politisi PDI Perjuangan Harun Masiku, yang diketahui sebagai tersangka dalam kasus suap pergantian antarwaktu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang melibatkan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.


Mengingat beberapa waktu lalu Kapolri memastikan telah memproses permohonan bantuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pencarian Harun Masiku. Langkah yang dilakukan dengan memasukkan nama Harun di Daftar Pencarian Orang (DPO) atau sebagai buron kepolisian.


Hal di atas disampaikan oleh tokoh Papua Christ Wamea, mengingat hingga kini masih tidak diketahui keberadaan Harun Masiku.

Selain Harun Masiku dan Wahyu Setiawan, ditetapkan sebagai tersangka. KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan mantan Staf Hasto Kristiyanto bernama Saeful Bahri.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta.


"Publik juga berharap teguran bpk presiden semakin memicu kinerja bpk Kapolri untuk tangkap Harun Masiku sahabat Hasto hilang," tulis akun Twitter @ChristWamea, dikutip Selasa (30/6/2020).


Sementara itu, diketahui, isu reshuffle kabinet ini mencuat setelah Presiden Jokowi menyampaikan ketidakpuasannya terhadap kinerja para menteri dan pimpinan lembaga negara dalam Sidang Kabinet Paripurna Kamis (18/6/2020) lalu.

Dalam rapat tersebut, Jokowi meminta kabinetnya untuk berbenah diri. Jokowi juga mengingatkan dirinya bisa mengambil tindakan luar biasa agar pemerintah bisa optimal menghadapi dampak dari pandemi virus corona.


"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Presiden Jokowi dalam rekaman video rapat kabinet yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020).


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA