Bea Cukai Tegal Sinergi dengan Pamtas RI-Malaysia

IN
Oleh inilahcom
Selasa 30 Juni 2020
share
 

INILAHCOM, Slawi - Sebagai bentuk persiapan pengamanan perbatasan darat di wilayah Kalimantan Barat, pada Rabu (24/6/2020) Brigif-4/Dewa Ratna mengadakan pelatihan kepada 450 orang anggotanya via video conference di empat lokasi dengan mengundang Bea Cukai Tegal untuk memberi pembekalan.

Kepala Subseksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tegal, Bambang Kristiawan mejelaskan dalam pemaparannya mengenai ketentuan pelintas batas yang keluar masuk Indonesia.

Ia menyampaikan batas bawaan barang pribadi pelintas batas di tiap negara berbeda besarannya. "Pelintas batas yang tiba dari Papua Nugini dibolehkan membawa barang pribadi paling banyak senilai USD300 per orang per bulan, dari Filipina paling banyak senilai USD250, dari Timor Leste paling banyak senilai USD50, dan dari Malaysia paling banyak senilai MYR600," paparnya.

Besaran tersebut ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 80/PMK.04/2019 tentang Impor dan Ekspor Barang yang Dibawa oleh Pelintas Batas dan Pemberian Pembebasan Bea Masuk Barang yang Dibawa oleh Pelintas Batas. "Penentuan besaran tersebut sudah disesuaikan berdasarkan perjanjian bilateral antar negara yang bersangkutan," ungkap Bambang.

Bambang juga menjelaskan bahwa apabila ditemukan pelintas batas yang membawa barang melebihi batas yang ditentukan, maka atas kelebihan barang tersebut diperkenankan untuk diekspor kembali ke luar wilayah Indonesia (daerah pabean).

Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Ardyanto Budi Satrio berharap agar setelah mendapatkan pengetahuan tersebut, petugas Pamtas RI-Malaysia yang ditugaskan dapat bersinergi bersama petugas Bea Cukai di tempat tugas. "Jangan sampai barang ilegal masuk ke wilayah NKRI," pungkasnya. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA