Penyuluh Ajak Wanita Selayar Bertani

IN
Oleh inilahcom
Rabu 01 Juli 2020
share
(Foto: Inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Kepulauan Selayar - Pandemi Covid-19 mendorong penyuluh pertanian di Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, melakukan pendampingan lapangan.
Kiat jaga jarak dan hindari kerumunan hari-hari ini ditempuh oleh penyuluh BPP Bontomanai mendukung bertani di pekarangan oleh KWT (Kelompok Wanita Tani) Subur di Desa Jambuiya.

Suriani, penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BBP) Bontomanai mendampingi KWT wilayah binaannya menyangkut teknis budidaya dan pengolahan pasca panen. Kegiatan tersebut sejalan dengan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bertujuan mendorong keluarga mandiri pangan.

"KWT Subur rutin mengolah pekarangan masing-masing sehingga dapat menghasilkan sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kelebihan hasil panen dijual untuk menambah pendapatan keluarga," kata Suriani.

Sementara penyuluh Andi Maulana mengatakan KWT Subur yang diketuai Bongko Daeng menerima bantuan pemerintah (Banper) pada 2018, dengan jumlah binaan 40 rumah tangga.

Enni, anggota KWT Subur, kata Andi, mendapat banyak manfaat dari hortikultura seperti cabai, seledri, bayam dan kangkung. Hasil panen menopang pangan keluarga, berbagi dengan tetangga dan menjual kelebihan panen pada pedagang keliling. Omzetnya Rp216.000 per bulan.

"Pada masa pandemi Covid-19, hasil panen Enni kian laris dibeli masyarakat sekitar. Mereka paham tidak memakai pestisida melainkan pupuk kompos dan organik cair," kata Andi Maulana sebagaimana dihimpun Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).
Menurutnya, Enni mengelola budidaya pekarangan secara berkelanjutan sejak diluncurkannya program optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) hingga saat ini meskpun program tersebut telah berakhir, digantikan P2L.

Penyuluh Pusat, Wellyana Sitanggang di Kementerian Pertanian RI selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian di Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan kinerja BPP Bontomanai sejalan dengan arahan Mentan Syahrul.

"Pangan lokal sehat dan bergizi dapat diperoleh dari pekarangan di sekitar kita. Menghadapi pelemahan ekonomi dan dampak pandemi, jawabannya adalah pertanian," kata Mentan Syahrul yang dikutip Wellyana.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengurai tentang manfaat P2L apabila lahan pekarangan dikelola serius dapat menambah pendapatan keluarga. "Bisa dikonsumsi sendiri. Kelebihan hasil bisa dijual."

Bupati HM Basli Ali saat kunjungan kerja di Desa Jambuiya, Kecamatan Bontomanai menyatakan apresiasi pada kinerja dan komitmen KWT Subur mendukung mandiri pangan di Kabupaten Kepulauan Selayar.

"Pemerintah kabupaten mengharapkan desa-desa lain di Selayar dapat mencontoh kegiatan tersebut. Diharapkan pula para pengelola yang tergabung dalam KWT agar terus melakukan koordinasi dengan penyuluh," kata Andi Maulana mengutip instruksi Bupati HM Basli Ali. [yha]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA