Banyuwangi Integrasi Pertanian dan Pariwisata

IN
Oleh inilahcom
Kamis 02 Juli 2020
share
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP Kementan] Dedi Nursyamsi - (Foto: Inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Jakarta - Pesona pariwisata dan potensi pertanian dipadu menjadi penggerak utama perekonomian Kabupaten Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi penggerak produksi pangan sekaligus destinasi wisata. Petani dan penyuluh bersinergi mengembangkan BPP sesuai potensi tiap kecamatan, mendukung ikon Banyuwangi sebagai Sunrise of Java.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan pemerintah pusat memilih BPP Genteng, yang dinilai Kementerian Pertanian telah melaksanakan peran ideal Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) utamanya sebagai center of excellent pembangunan pertanian, sehingga layak direplikasi oleh BPP di seluruh Indonesia.

"BPP Genteng melaksanakan fungsi KostraTani yang relatif ideal. Apa yang diinginkan pusat, telah dilaksanakan di Banyuwangi oleh BPP Genteng," kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi di Jakarta, Selasa (30/6/2020) pada koordinasi virtual dengan Arif Setyawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Banyuwangi.

Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] berupaya mengembangkan penyuluh menjadi agen utama di dalam pembangunan pertanian, sehingga organisasi penyuluhan pertanian (BPP) menjadi centre of excellent.

Kadistan Banyuwangi, Arif Setyawan mengatakan kunci keberhasilan Banyuwangi merupakan implementasi kebijakan Bupati Azwar Anas, mengusung ikon Sunrise of Java. Maksudnya, seluruh program pembangunan di Banyuwangi termasuk pertanian, muaranya mendukung pengembangan potensi pariwisata di tiap kecamatan.

"Luasan dan sumberdaya alam Banyuwangi, potensinya luar biasa. Mulai dari laut, gunung, hutan, sungai bahkan tambang yang sangat mendukung pembangunan pertanian sekaligus pariwisata," kata Arif Setyawan di Banyuwangi, yang mengenakan busana khas Osing didampingi para pejabat struktural, koordinator penyuluh dan koordinator empat BPP Percontohan.

Menurutnya, Banyuwangi mengembangkan penyuluh menjadi entrepreneur. Caranya? Mengubah mindset-nya, tidak hanya orangnya, juga tempat mereka bekerja. Memenuhi biaya operasional penyuluhan (BOP) serta mendorong pengembangan potensi tiap kecamatan.

Dedi Nursyamsi menambahkan KostraTani merupakan upaya pemberdayaan BPP meliputi prasarana dan sarana, teknologi informasi, pembelajaran dan pendukung lain; pelatihan fungsional dan teknis pertanian; kelembagaan penyuluhan dan kelembagaan petani hingga korporasi.

"Pengembangan korporasi, memberdayakan petani untuk membangun pertanian primer tingkat desa, selanjutnya pertanian sekunder di kecamatan. Pertanian sekunder menjadi cikal bakal korporasi, sejatinya pengelolaan pertanian hulu ke hilir sebagai bisnis pertanian," katanya.

Program dan kebijakan tersebut, katanya, menjadi agenda utama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengembangkan KostraTani, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan 267 juta penduduk.

"Singkatnya, KostraTani menjalankan lima peran utama sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan," kata Dedi mengutip arahan Mentan. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA