1.286 Pekerja di Jember Kena PHK

IN
Oleh inilahcom
Jumat 03 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jember - Ribuan orang pekerja dari 33 perusahaan di Kabupaten Jember, Jawa Timur dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja. Sebagian besar mendapat santunan dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jember Bambang Edy Santoso mengatakan, sebanyak 1.286 orang pekerja dilaporkan ke instansinya untuk dirumahkan dan diputus hubungan kerja. Setelah diverifikasi, sebanyak 1.002 orang di antaranya mendapat bantuan dari pemerintah daerah.

"Sekarang kami sedang melakukan pendistribusian (bantuan). Teman-teman melakukan pendistribusian tanpa lelah," katanya.

Mereka yang mendapatkan bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah daerah.

Angka ini mengejutkan Ketua Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Jember Umar Faruq. "Dari Sarbumusi, dari 181 orang anggota yang kami laporkan, terverifikasi 125 orang. Mudah-mudahan pekerja yang belum mendapat bantuan bisa secepatnya menerima bantuan," katanya.

Besarnya beban ekonomi perusahaan pada masa pandemi, membuat jumlah pekerja yang mengalami PHK bertambah pada Juni dan Juli dibandingkan April. "Sampai detik ini saja, di satu perusahaan ada 130 pekerja yang tadinya dirumahkan, sekarang di-PHK," kata Umar.

Sarbumusi berusaha melobi perusahaan agar tak semua pegawai dirumahkan atau di-PHK. Sebagian perundingan berhasil. "Di salah satu perusahaan, dari 19 orang yang diagendakan dirumahkan, akhirnya hanya sembilan orang yang dirumahkan," kata Umar.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jember Achmad Faeshol prihatin dengan PHK yang dilakukan dalam situasi pandemi. "Saya berharap perusahaan kembali memperkejaka para buruh atau memberi pesangon sesuai peraturan yang ada," katanya, Jumat (3/7/2020). [beritajatim]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA