https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 July 2020 - 05:34 wib

KY Pantau Sidang Penyiraman Terhadap Novel

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus mengaku melakukan pemantauan sidang kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

KY meminta, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dapat memutus sesuai fakta persidangan."Saya pernah melakukan pemantauan sekali ya, selama proses itu sesuai fakta hukum di persidangan, KY tentunya memberikan para hakim memutus sesuai fakta hukum di persidangan," kata Jaja usai melakukan kunjungan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2020).

Jaja mengaku, pihaknya turut melakukan pemantauan jalannya proses persidangan tersebut. Pemantauan itu dilakukan dengan turun langsung ke ruang sidang secara daring.

"Karena ada sidang virtual disiarkan secara media elektronik, selain pantau langsung juga kita pantau media elektronik," ungkap Jaja.

Dia pun mengaku, pihaknya menerima laporan permintaan pemantauan persidangan kasus penyerangan terhadap Novel. Pemantauan itu dilakukan tidak lain untuk menemukan adanya unsur kejanggalan dalam sidang tersebut."Setiap yang menjadi konsumsi publik, KY selalu pantau," jelas Jaja.

Oleh karena itu, Jaja menyebut jika terdapat pihak-pihak yang nantinya merasa kurang puas akan vonis hakim, bisa melakukan upaya hukum lain. Seperti banding dan kasasi."Kalau nggak puas terhadap putusan, silakan banding dan kasasi," pungkasnya. Sebab Jaja menekankan, tidak bisa majelis hakim dintervensi dalam memutus sebuah perkara sidang.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) akan membacakan vonis terhadap Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis selaku terdakwa penyerang penyidik KPK Novel Baswedan pada 16 Juli mendatang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada 11 Juni 2020 lalu menuntut satu tahun penjara kepada Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Jaksa menilai para terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke mata Novel.

Jaksa menyebut kedua terdakwa tidak ingin menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel. Menurut jaksa, kedua terdakwa hanya ingin menyiramkan cairan keras ke badan Novel untuk memberikan pelajaran.

Atas perbuatannya, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir dituntut Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tak Terima Dipecat, Novel cs Bikin Kantor Darurat

Sebanyak 57 pegawai KPK yang gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dipecat dengan hormat pada
berita-headline

Viral

G30STWK, Babak Akhir Perjuangan Pegawai KPK Gagal TWK?

Mantan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Supr