KostraTani Kawal Petani Lebak Percepat Tanam

IN
Oleh inilahcom
Senin 06 Juli 2020
share
(Foto: Dok)

INILAHCOM, Banten - Perkiraan usia tanam 100 hari menjadi pertimbangan utama sebagian besar petani Kabupaten Lebak, saat memutuskan menanam benih padi varietas Ciherang dan Mekongga.
Tujuannya, mendukung percepatan tanam padi yang dilakukan petani Lebak sejak 20 Juni lalu. Sementara panen raya diperkirakan akhir September atau awal Oktober 2020.

Penyuluh pertanian Erna Martina mengatakan, bahwa kedua varietas direkomendasikan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di tingkat kecamatan lantaran pandemi Covid-19 dan prediksi krisis pangan dari FAO.

"FAO, Badan Pangan PBB memprediksi krisis pangan akan melanda sebagian wilayah Asia akibat kekeringan. Hal itu bisa terjadi di Indonesia, termasuk Lebak, apabila tidak diantisipasi. Saat ini masih tersedia air di lahan sebelum menguap sia-sia akibat kemarau," katanya.

Akhir-akhir ini petani Kabupaten Lebak pada delapan kecamatan masih bergegas menanam padi. Penyuluh mendampingi delapan Poktan untuk menyongsong Musim Tanam II periode April - September (MT II Asep).

"Kabupaten Lebak mengantisipasi krisis pangan dengan percepatan tanam padi setelah panen raya. MT II Asep dimulai sejak awal Mei 2020. Sampai saat ini penyuluh terus mendampingi petani menanam padi," kata Erna Martina sebagaimana dikutip Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP).

Realisasi terkini mencapai 189 hektare yang ditanam oleh delapan kelompok tani yakni Poktan Melati seluas 20 hektar; Poktan Katagihan 11 hektare; Poktan Silebu 30 hektare; Poktan Gununghaur 20 hektare; Poktan Kapunduhan 37 hektare; Poktan Tarikolot Makmur 20 hektaer; Poktan Tani Mukti 30 hektare; dan Poktan Sukadamai 21 hektare.

Penyuluh Pusat, Susilo Astuti Handayani di Kementerian Pertanian selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian di Provinsi Banten menyatakan Surat Edaran (SE) dari Menteri Pertanian eSyahrul Yasin Limpo telah
menjadi perhatian pemerintah daerah, untuk memantau dan memastikan percepatan tanam padi MT II 2020.

Mentan Syahrul juga mengajak penyuluh dan petani memanfaatkan sisa musim hujan hingga Juli 2020, untuk percepatan tanam mendukung target luas tanam 11,66 juta hektare di seluruh Indonesia."

"Pemerintah menargetkan produksi beras Juli hingga Desember 2020 sekitar 15 juta ton, paling rendah sekitar 13,2 juta ton," kata Mentan di hadapan petani di di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (29/5).

Dalam kesempatan terpisah, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi berulangkali mengingatkan melalui video conference dengan petani dan penyuluh di seluruh Indonesia tentang pentingnya sektor pertanian, karena menyangkut kebutuhan pangan rakyat.

"Pertanian tidak boleh berhenti. Penyuluh harus tetap semangat dan tetap turun ke lapangan mendampingi petani untuk menggenjot produksi pangan," katanya.

Erna Martina menguraikan bahwa tujuh penyuluh dari KostraTani di Lebak mendampingi petani di antaranya Dike Cidrasari di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak; Didin di Desa Sindangmulya, Kecamatan Maja; Tatan Kustandi di Desa Pasirhaur, Kecamatan Cipanas. [

"Sementrara Dadan Agus Kartiwa di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur; Abdulloh Qumaeni di Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas; Pupu Pauziah di Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung; dan Ridwan Prihantoro Desa Parage, Kecamatan Cikulur," katanya. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA