Ini Langkah Bea Cukai-Polda Aceh Berantas Narkoba

IN
Oleh inilahcom
Selasa 07 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Banda Aceh - Aceh memiliki peta wilayah dengan kerawanan yang tinggi sebagai pintu gerbang masuknya barang ilegal dan narkoba (narkotika dan obat/bahan berbahaya).

Halini diungkapkan Kakanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi saat menerima kunjungan dari tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh di ruang kerjanya, Rabu (1/7/2020) lalu. Menurutnya, kerja sama dan sinergi yang dibangun antar aparat penegak hukum di Aceh dapat menjadi langkah awal pemberantasan peredaran gelap narkoba.

"Dengan adanya usaha penyelundupan narkotika jenis sabu dengan jumlah besar yang dilakukan dalam jangka waktu tidak lebih dari dua minggu kemarin dan adanya kesepahaman kita bahwa narkoba adalah musuh bersama, harus dicanangkan sinergi dan koordinasi antaraparat penegak hukum untuk mewujudkan Aceh bukan lagi sebagai gerbang maupun tempat untuk peredaran gelap narkotika," kata Safuadi di hadapan Dirresnarkoba Polda Aceh, Kombes Polisi Ade Sapari yang didampingi oleh Wadirresnarkoba Polda Aceh, AKBP Heru Suprihasto beserta jajarannya.

Menanggapi hal ini, Kombes Pol Ade Sapari mengatakan bahwa ke depannya akan diwacanakan kegiatan patroli bersama antara Bea Cukai Aceh dengan Polda Aceh dan mendorong kerja sama yang telah terjalin untuk lebih masif dan optimal lagi.

"Dukungan Polda Aceh dalam memberantas peredaran gelap narkotika di Wilayah Aceh ini diwujudkan dalam patroli gabungan yang sudah diwacanakan. Dengan diadakan patroli bersama ini diharapkan menambah kekuatan serta pengoptimalan dalam mengurangi angka peredaran gelap narkotika yang ada di Aceh ini," sambung Ade.

Pertemuan kedua instansi ini sebagai salah satu bukti nyata keseriusan Bea Cukai Aceh dan Polda Aceh dalam mencegah maupun memberantas peredaran gelap narkoba dan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari bahaya yang ditimbulkannya.

Menurut Safuadi, hal ini sejalan dengan salah satu misi Bea Cukai yakni menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan ilegal. Pertemuan kali ini juga sebagai bagian dari peringatan kedua instansi atas Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2020 lalu. [*]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA