Sengketa Lahan, Polisi Periksa Wartawan di Bali

IN
Oleh inilahcom
Rabu 08 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Denpasar - Penyidik Reskrimum Polda Bali, Selasa (7/7), memeriksa wartawan senior Joko Sugianto terkait sengketa kepemilikan tanah di Jalan Batas Dukuh Sari, Sesetan, Denpasar.

Selama pemeriksaan, Joko Sugianto didampingi tim LBH KAI Bali, Agus Samijaya dkk.

Agus Samijaya mengatakan kliennya dimintai klarifikasi atas tuduhan dari pelapor bahwa Joko Sugianto melakukan penyerobotan tanah seluas 1,5 are.

"Bagaimana klien kami (Pak Joko) dituduh menyerobot. Dia membeli secara sah pada Pujiama jauh sebelum sertipikat atas nama pelapor terbit . Tanah itu juga sudah dibangun rumah permanen serta ditempati," kata Agus Samijaya usai pemeriksaan.

Samijaya menjelaskan pelapor diketahui pernah mengusir warga di lokasi itu dan selanjutnya menjual ke orang lain. Ulah itu bukan hanya meresahkan Joko Sugianto.

Pujiama selaku pemilik tanah secara sah sesuai wasiat I Wania ( alm) disebut telah melaporkan pelapor dengan dugaan pemalsuan kuitansi jual beli dan keterangan penguasaan tanah (seporadik).

"Karena itu kami minta Polda menghentikan atau menunda proses hukum laporan pelapor, sebaliknya mempercepat laporan pemalsuan hingga ada putusan hakim berkekuatan hukum tetap," harap Agus Samijaya.

Pengacara mantan aktivis ini menilai, laporan Pujiama dirasa lebih pentimg untuk dipercepat karena dari sini akan mengungkap sah tidaknya klaim pelapor atas tanah itu. Faktanya, kuitansi pembelian tanah ke saja diduga cacat hukum. Materai dipakai untuk kuitansi tertanggal 10 Maret 1990 senilai 6000 (enam ribu rupiah) padahal materai tahun itu senilai 1000 (seribu rupiah).

Buku kuitansi yang dipakai pun terbitan 2000 ke atas. Tanda tangan Pujiama di kuitansi diduga juga palsu. Fakta lain keterangan penguasaan tanah pun terindikasi palsu.

"Sejumlah saksi di lapangan menyebutkan tidak mengenal pelapor tinggal di tanah yang dibeli Pak Joko atau menguasai tanah itu, dengan demikian klaim pelapor tidak berdasar sama sekali," tegas Samijaya.

Sementara itu, Joko Sugianto turut menegaskan telah memberikan keterangan lengkap. "Saya jelaskan beli tanah seharga 150 juta dengan cara mencicil ke Pujiama. Saya bayar pajak diawal pembelian. Tanah itu pipilnya masih utuh sehingga proses persertipikatannya cukup lama, jadi tidak benar kalo saya nyerobot tanah Padma," jelas Sugianto.

"Sejak tanah itu saya beli dan saya bangun tahun 2010 tidak ada pihak manapun yang keberatan,"imbuh Sugianto.

Persoalan baru muncul 2019 akhir, pelapor mengklaim sebagai pemilik tanah. Padma juga mengusir wartawan berambut panjang itu dari rumahnya atau membayar tanah itu lagi. [rok]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA