Harapan Muzani Soal Subsidi Rapid Test Dikabulkan

IN
Oleh inilahcom
Rabu 08 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Permintaan Partai Gerindra mengenai subsidi kuota internet bagi para pelajar serta rapid test gratis bagi para santri di pondok pesantren mendapat tanggapan positif Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi telah merumuskan pemberian kuota internet kepada pendidik dan pelajar guna mendukung kegiatan belajar mengajar di rumah. Sedangkan subsidi rapid test bagi para santri telah ditetapkan sebesar Rp2,6 triliun oleh Pemerintah Pusat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani ketika dirinya bersama pimpinan MPR menemui Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat pada Rabu (8/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muzani menyampaikan pendapat mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM) kepada Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, upaya pembangunan SDM tetap harus dilakukan secara maksimal, termasuk selama masa pandemi Covid-19. Walaupun pembangunan SDM katanya kini menjadi problem serius, karena bersamaan dengan pandemi Covid-19.

Kegiatan belajar mengajar kini tidak ada lagi dilakukan secara langsung, tetapi lewat metode online. Metode tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas pendidikan bangsa dan berujung kepada rendahnya kualitas SDM.

Selain itu, metode pendidikan online atau video conference diketahui menimbulkan beragam masalah. Banyak pendidik dan pelajar yang tidak dapat mengakses internet, sehingga pendidikan jarak jauh ini tidak bisa dilakukan secara efektif.

"Di sisi lain, ternyata pendidikan jarak jauh ini juga menimbulkan problem mutu, karena ketidakcukupan antara pengajar dengan murid yang menyebabkan cara pendidikan tidak bisa dikontrol, baik karakter ataupun kualitas lainnya, akan tetapi hal ini tetap berlangsung," ujarnya.

Kabar baik lainnya disampaikan Ahmad Muzani adalah keputusan pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk rapid test para santri di seluruh pelosok Nusantara.

Subsidi tersebut nantinya akan diberikan kepada penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kategori pondok pesantren, berkisar Rp30 juta hingga Rp50 juta.

Subsidi tersebut diberikan mengingat besarnya biaya rapid test yang kini dibebankan kepada para santri, yakni berkisar Rp 300.000 hingga Rp 400.000 per orang.

"Soal subsidi ini tentu saja merupakan kabar bagus bagi perjuangan kami di parlemen," tambahnya.

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA