Teddy: Pengen eksis nihil kemampuan begini jadinya

IN
Oleh inilahcom
Kamis 09 Juli 2020
share
Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi - (Foto: Twitter)

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menekankan, Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang belakangan tengah menjadi pembicaraan publik tak ada keterkaitannya dengan komunis.

Namun sengaja digiring oleh kelompok tertentu seolah-olah bagian dari kebangkitan komunis.

Selain itu, menurut Teddy, hal yang sama pun terjadi pada Putusan Mahkamah Agung (MA). Yakni soal mengabulkan permohonan uji materi Pasal 3 Ayat (7) PKPU Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum.

Moemntum ini, dianggap Teddy dimamfaatkan pihak-pihak tertentu dengan sangaja diarahkan ke persoalan Pilpres guna memancing reaksi publik.


"RUU HIP gak ada urusannya dengan Komunis, diarahkan ke komunis. Putusan MA gak ada urusannya dengan Pilpres, diarahkan ke soal Pilpres. Nanti kalau BCL dapat Jodoh orang bule lagi, bisa2 diarahkan ke soal nasionalisme. Pengen eksis tapi gak punya kemampuan, ya begini jadinya," tulis akun Twitter @TeddyGusnaidi,dikutp Kamis (9/7/2020).


Sementara itu untuk diketahui, Adapun gugatan itu dilakukan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri dan kawan-kawan terhadap PKPU No.5/2019

Rachmawati Soekarnoputri dan beberapa penggugat lainnya itu diputuskan menang melawan KPU di MA terkait dengan Pasal 3 Ayat (7) Peraturan KPU Nomor 5/2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum.
Putusan MA tersebut telah diketok oleh Ketua Majelis Supandi pada 20 Oktober 2019. Namun, baru dipublikasikan pada pekan ini.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA