Khofifah Dorong Penerapan Protokol Kesehatan Masif

IN
Oleh inilahcom
Jumat 10 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Surabaya - Menjelang New Normal, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak komunitas pers menguatkan partipasinya dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Salah satunya dengan mensosialisasikan lebih masif penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat luas.

"Masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat menggunakan masker serta face shield dan juga belum mengetahui fungsinya. Karena itu, teman-teman media saya mohon terus mensosialisasikannya langsung ke masyarakat," kata Khofifah saat memberi sambutan dalam acara Media Gathering di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Kamis (9/7/2020).

Dalam acara media gathering dengan tema 'Penanganan COVID-19 dan Kesiapan Jawa Timur dalam Memasuki New Normal Life: Strategi Komunikasi Publik, Saran, dan Masukan Insan Media', Khofifah meminta media untuk secara masif mensosialisasikan ke masyarakat protokol kesehatan.

Seperti di antaranya menggunakan masker atau face shield beserta manfaatnya, cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan sebagainya.

Menurut Khofifah, media merupakan salah satu elemen dari pentahelix yang saling mensupport untuk mensosialisasikan berbagai hal. Termasuk dalam hal penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan masyarakat.

"Kembali kita sampaikan, pentahelix harus turun ke masyarakat dan terlibat aktif. Berarti kalau pentahelix ada awak media di dalamnya. Ada kampus di dalamnya, ada masyarakat berada dalam garda terdepan, ada pemerintah dan ada private sektor," terang Khofifah.

Untuk menjelaskan perubahan perilaku, lanjutnya, dengan perspektif melindungi bukan hal yang mudah. Sosialisasi harus terus dilakukan secara kontinyu dan berkelanjutan sesuai dengan bahasa, adat dan budaya masyarakat.

Dicontohkan sosialisasi terhadap penggunaan masker bisa dijadikan dress code dalam berbagai kegiatan. Dengan menjadi dress code, maka bisa sebagai standar bagi masyarakat.

"Sekarang ayo kita masifkan protokol kesehatan menuju new normal. Bersama kawan-kawan media, kita bisa menjangkau warga. Contoh bagaimana ada warga memakai masker tapi ditaruh kepala, face shield dibuat tutup rambut. Itu karena mereka tidak tahu. Saya harap media bisa mengedukasi bersama," pungkasnya. [tar]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA