Polisi Didesak Selesaikan Kasus Investasi Singkong

IN
Oleh inilahcom
Kamis 09 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Polda Riau didesak untuk mengusut tuntas kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan PT Sumatera Tani Mandiri terkait investasi singkong di kawasan Sorek, Pelalawan, Riau.

Investasi singkong itu diduga membuat kerugian hingga Rp4,1 miliar bagi pengusaha nasional Danial Nafis dan melaporkan PT Sumatera Tani Mandiri ke SPKT Polda Riau pada 25 Juni 2020 lalu dengan nomor LP/248/VI/2020/SPKT/Riau.

Dari kasus tersebut, polisi telah menggelar perkara atas pengaduan atas penipuan investasi singkong yang dilakukan PT Sumatera Tani Mandiri. "Kita berharap Polda Riau segera mengusut tuntas modus investasi ini agar tidak merugikan banyak pihak lagi," ujar Paisal Lubis, advokat dari pihak pelapor.

Selain itu, Paisal berharap Polda Riau segera menangkap jajaran direksi PT STM untuk mempertanggungjawabkan di depan hukum dan agar tidak menghilangkan barang bukti. "Ini demi keadilan dan agar tidak terjadi lagi tindak pidana lainnya," tambahnya.

Dirinya menceritakan, kasus ini bermula dari tawaran investasi singkong yang dilakukan oleh PT Sumatera Tani Mandiri bertempat di wilayah Sorek, Pelalawan, Riau. Perusahaan itu mengaku memiliki mandat untuk mengelola lahan tersebut, yang kemudian menawarkan untuk investasi singkong dan singkong racun.

Kemudian seorang pengusaha, Danial Nafis menanamkan investasinya senilai Rp4,1 miliar atas tawaran investasi tersebut dan dibuat perjanjian kerjasama investasi yang menegaskan PT STM sebagai pengelola lahan tersebut sekitar Desember 2019.

Tapi setelah dana dikucurkan, singkong tak kunjung ditanam dan lahan yang diperjanjikan tak kunjung digarap. Alhasil sang investor melakukan protes atas hal itu.

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA