Pengesahan Damai KSP Indosurya Ditunda Sepekan

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 11 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Majelis Hakim Pengawas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) KSP Indosurya Cipta menunda pengesahan perdamaian di Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat pada Jumat depan(17/7/2020).

Pengurus PKPU meminta waktu menyelesaikan administrasi laporan. Namun, penundaan pengesahan ini tidak merubah hasil voting kreditur yang telah menyepakati damai dengan pengurus KSP Indosurya.

Pengambilan voting dihadiri 4.724 anggota mewakili 1,1 juta anggota lainnya yang digelar Kamis (9/7/2020). Sebanyak 73,41% menyatakan sepakat dengan rencana perdamaian Indosurya dan 26,59%, menolak damai. Kesimpulannya, proposal perdamaian yang ditawarkan Indosurya mayoritas diterima nasabah.

"Kita sedang menyiapkan laporan-laporan kepada hakim pengawas. Kami sudah menyampaikan untuk mengajukan permohonan dapat melakukan penundaan tujuh hari yang mulia," kata pengurus PKPU Indosurya kepada majelis hakim pengawas di PN Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2020).

Kemudian, majelis hakim pengawas yang diketuai oleh Susanti Asri Wibawani menanyakan rencana penundaan ini kepada pihak kreditur. Ternyata, mereka mengaku tidak keberatan. Namun, pihak Indosurya sempat juga mempertanyakan dalih penundaan.

Kuasa Hukum KSP Indosurya Cipta, Hendra Widjaya menjelaskan, pihak pengurus PKPU memohon kepada majelis hakim untuk menunda karena masih akan membuat laporan-laporan kepada hakim pengawas. "Dan dari pihak kami kuasa hukum debitor, tidak keberatan atas penundaan tersebut. Sehingga, sidang lanjutan pada Jumat, 17 Juli 2020," kata Hendra.

Hendra menegaskan, penundaan selama tujuh hari ke depan ini tak bisa mengubah hasil voting yang telah disepakati oleh para nasabah yakni mayoritas setuju perdamaian. Dengan demikian, keputusan voting tersebut bersifat final. Oleh karena itu, ia berharap Indosurya dapat melanjutkan atau menjalankan koperasinya kembali.

"Voting telah disampaikan oleh pihak pengurus. Jika ada kreditur atau kuasa hukum kreditor yang menggangu gugat, itu hanya mencoba mengganggu saja, itu hanya mengada-ada saja tanpa dasar semata-mata hanya mencari popularitas dari kasus ini," ujarnya.

Sementara Kuasa Hukum KSP Indosurya Cipta, Juniver Girsang menegaskan, dalam proposal tersebut ada jadwal-jadwal yang telah disepakati dan bakal dipatuhi Indosurya. Menurut dia, tak ada lagi alasan untuk kembali mengajukan PKPU terhadap KSP Indosurya. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA