Demi UMKM Pertanian,KAHMIPreneur Bikin Agropreneur

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 11 Juli 2020
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tokoh Enterpreneur Indonesia, Sandiaga Uno berharap pemerintah pusat dan daerah mereorientasi sektor ekonomi dalam menyikapi keadaan terkini.

Menurut Sandi, sapaan akrabnya, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menjaga roda ekonomi di Jakarta, bahkan secara umum di Indonesia. Sehingga demi menghidupkan ekonomi masyarakat di tengah COVID-19, revitalisasi UMKM menjadi kunci.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, UMKM menyumbang 97% lapangan kerja, memiliki masa sulit dengan menurunnya penjualan, kendala permodalan, menurunnya pesanan, logistik yang tidak lancar, hingga acaman gagal bayar yang berpotensi bermasalah pada sektor keuangan

Karenanya, pemerintah perlu memprioritaskan kembali fokus ekonomi, pasalnya di setiap krisis peran UMKM sangat besar untuk bangkit. Saat ini, pemerintah sudah membuat paket kebijakan untuk membantu pelaku UMKM dengan anggaran Rp34,15 triliun, namun realisasinya masih rendah.
"Padahal, pelaku UMKM juga memiliki keluarga yang harus dihidupi, ditambah adanya tekanan akibat naiknya biaya rumah tangga," kata Sandi dalam peluncuran Agropreneur yang digagas KAHMIPreneur melalui webinar, Jakarta, Sabtu (11/7/2020).

Dengan kondisi seperti itu, Sandi menyarankan pemerintah Indonesia harus membalikkan tren saat ini. Caranya adalah dengan memberikan dukungan insentif dan serial paket kebijakan yang cepat dan tepat sasaran. Kendala lain yang dihadapi pelaku UMKM dalam masa pandemi ini adalah, terganggunya pasokan terutama yang tergantung pada barang impor dan produk kesehatan serta pangan.

Dia menegaskan, ada lima gagasan aman pangan yang bisa dijalankan untuk memajukan peningkatan sector pertanian. Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi bahwa akan terjadi krisis pangan secara global. Di Indonesia, produksi beras Indonesia tahun 2019 berada di kisaran 31, 31 juta ton, sedangkan kebutuhan beras mencapai 29.6 juta ton per tahun.

Founder OK OCE Indonesia ini, mengatakan, permintaan pangan saat ini sangat besar. Dia juga menyatakan lima gagasan aman pangan, yakni di era pandemi, negeri ini berpeluang mengejar defisit dan mencegah krisis pangan. Kedua, menumbuhkan ketahanan pangan mulai dari lingkup keluarga hingga bangsa.

Ketiga, melipatgandakan kapasitas produksi pangan lokal. Keempat, perkaya food mix dengan bahan baku asli Indonesia, terutama ikan. Terakhir, terapkan teknologi, ciptakan green jobs untuk generasi muda.

Sedangkan Founder KAHMIPreneur, Kamarussamad menjelaskan, pandemi Covid-19 memberikan efek secara keseluruhan. "Semuanya terdampak, bahkan pertumbuhan kita akan tergerus menjadi 0,4%. Yang lebih miris lahi, akan ada penambahan pengangguran hingga 5-6 juta orang." paparnya.

Kata vokalis Komisi XI DPR ini, pemerintah sudah memberikan kebijakan fiskal. Hanya saja, ada masalah yang mengganjal yang momentum penerpan new normal. "Idealnya new normal diterapkan bila kurva kita sudah dipuncak. Kita harus belajar dengan negara lain. Salah satunya Vietnam, ada jerman, taipeh, new zeland apa hubungannya dengan argopreneur. Kebutuhan pangan ini adalah kunci utama sehingga tidak akan ada kelangkaan pangan," tegasnya.

Menurutnya, ada beberapa sektor bisnis yang sulit bertumbuh di masa pandemi Covid-19. semisal real estate, financial service, pariwisata dan transportasi. Namun, ada bisnis yang menjadi kekeuatan baru, yakni agriculture.

"Karean kebutuhan kita masih belum bisa dipenuhi dari dalam negeri, maka masih impor. Sehingga perlu adanya upaya untuk menumbuhkan sektor argopreneur," pungkas politisi Gerindra ini. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA