Dibandingkan Kasus Denny Siregar & Ravio Patra

IN
Oleh inilahcom
Minggu 12 Juli 2020
share
Pegiat media sosial Denny Siregar - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Juru bicara Partai Gerindra, Habiburokhman mengomentari soal tertangkapnya terduga pelaku yang membocorkan data pribadi milik pegiat media sosial Denny Siregar kepada akun Twitter @opposite6891, diringkus pihak kepolisian di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/7/2020).

Pelaku berinisial FPH (26) merupakan karyawan outsourcing Telkomsel yang bekerja sebagai Customer Service di GraPARI Rungkut, Surabaya.


"Pembobolan data pribadi Deny Siregar dilaporkan tanggal 8 Juli 2020, Terduga pelaku ditangkap tanggal 9 Juli 2020 (hanya satu hari)," tulis Habiburokhman di akun Twitternya, Sabtu (11/7/2020).

Habiburokhman membandingkan tindakan aparat di kasus Denny Siregar dengan kasus peretasan WhatsApp yang dialami aktivis Ravio Patra, dimana kasus peretasan WhatsApp Ravio telah dilaporkan sejak (27/4/2020), namun hingga kini belum muncul tanda-tanda pelaku peretasan itu ditangkap oleh polisi.

"Peretasan Akun WhatsApp Ravio Patra dilaporkan tanggal 27 April 2020, kapan pelakunya bisa ditangkap ? Apa yang membedakan dua kasus itu?" tulis akun Twitter @habiburokhman.

Habiburokhman yang juga Anggota DPR itu mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Karenanya, Habiburokhman meminta aparat untuk bertindak adil terhadap siapapun yang melanggar hukum tanpa pandang bulu.


"Siapapun yang melanggar hukum memang harus ditangkap. Tapi satu PR besar penyelenggara negara di bidang hukum adalah bagaimana mewujudkan Equility Before The Law. Jangan yang berseberangan dengan penguasa cepat ditangkap, yang sebaliknya lamban diusut," tulis dia.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA