KostraTani Pusat Data dan Pembangunan Pertanian

IN
Oleh inilahcom
Rabu 15 Juli 2020
share
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi memimpin kegiatan Ngobrol Asyik [Ngobras] Penyuluhan Vol. 4 melalui aplikasi Zoom Meeting - (Foto: Humas Pusluhtan)

INILAHCOM, Jakarta - Pelaksanaan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) inisiasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bukan semata tugas dan tanggung jawab Kementerian Pertanian, melainkan juga kewajiban pemerintah daerah melalui revitalisasi peran balai penyuluhan pertanian (BPP) di tingkat kecamatan selaku KostraTani.

"Penyuluh menjadi tokoh penggerak utama sesuai tugas, fungsi dan peran bersama-sama fungsional lain di BPP mengusung peran BPP selaku KostraTani memanfaatkan teknologi informasi melalui agriculture operation room atau AOR di tiap BPP," kata Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, di Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Menurutnya, Kementan khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berupaya meningkatkan peran KostraTani menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian, sehingga dapat mendukung petani meningkatkan produktivitas pertanian.

"Kebijakan pusat pada gerakan pemberdayaan petani terpadu berbasis teknologi informasi diimplementasikan pada AOR KostraTani, sekaligus menarik minat generasi milenial yang akrab dengan IT, sehingga tertarik kembali ke sektor pertanian," kata kata Dedi Nursyamsi pada kegiatan Ngobrol Asyik [Ngobras] Penyuluhan Vol. 4 melalui aplikasi Zoom Meeting pada AOR di kantornya.

Guna memenuhi target tersebut, katanya, KostraTani harus didukung big data yang memiliki skala luar biasa terkait volume, distribusi global berkecepatan tinggi (velocity), keragaman informasi (variety). Mengingat data pertanian nasional begitu besar dan komplek.

"Big data merupakan istilah untuk sekumpulan data yang begitu besar atau kompleks dimana tidak bisa ditangani lagi dengan sistem teknologi komputer konvensional," kata Dedi mengutip Judith S Hurwitz, konsultan Big Data.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menargetkan Indonesia memiliki satu data pembangunan pertanian, yang diimplementasikan melalui KostraTani merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Informasi Geospasial (BIG). Pusat Data dan Informasi Pertanian di Kementan (Pusdatin) bertindak selaku Walidata sebagai bagian Forum Satu Data Indonesia (SDI) dan KostraTani mengumpulkan data di lapangan mendukung Forum Satu Data Pertanian.

"Sumber data sekaligus pengguna SDI adalah seluruh unit kerja eselon satu di Kementan, untuk menghasilkan data internal dan kompilasi data," kata Dedi Nursyamsi didampingi Kasubbid Informasi dan Materi Penyuluhan Pusluhtan, Septalina Pradini selaku host agriculture war room (AWR) dari KostraTani.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 39/2019 tentang Satu Data Indonesia akan mengubah kondisi data di Indonesia. Kementan telah merintis pengumpulan data dan informasi oleh penyuluh dari tiap kecamatan (BPP) sejak 2013, dirangkum database berbasis online, Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), sebagai bagian Big Data Penyuluhan Pertanian diperkuat Sistem Pengolahan Data Informasi didukung Simluhtan dan cyber extention, pelaksana input dan output data.

Ke depan, seluruh sumber data pertanian berasal dari KostraTani seperti data petani, data kelembagaan pelaku utama seperti Kelompok Tani (Poktan); Gapoktan, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP); data kelembagaan penyuluhan (BPP, Pos Penyuluhan Desa/Posluhdes); data ketenagaan penyuluhan (PNS, THLTBPP, swadaya, & swasta) serta materi dan informasi penyuluhan.

"Untuk penguatan data dan infomasi program Kementan, Kostratani juga update verifikasi validasi mengenai data areal tanam, harga komoditas, SDM pertanian, e-Proposal, data komoditas ekspor juga data populasi dan produksi," kata Dedi Nursyamsi. [yha]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA